Stok Beras Dapat Diverifikasi Publik Secara Terbuka, Kementan Tantang Wartawan Cek di Gudang

oleh -
img 20260423 wa0374

NASIONALNEWS.ID, Karawang – Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5.000.198 ton pada Kamis (23/4/2026).

“Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Pernyataan ini disampaikannya saat meninjau gudang beras di Karawang, Jawa Barat (Jabar).

Capaian CBP sebesar 5 juta ton lebih diakui bukan semata hasil kerja Kementan.

Namun, ini kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.

“Semua anak bangsa, bukan Kementerian Pertanian saja. Bulog, TNI, Polri, Kejaksaan, wartawan, pengamat, semua. Ini adalah kerja keras kita,” ucapnya.

Peningkatan CBP didukung oleh kenaikan kapasitas penyimpanan nasional.

Contohnya, pemerintah menyewa gudang dengan kapasitas 102.000 ton di Karawang dengan realisasi pengisian mencapai 80.000 ton sekarang.

Kapasitas ini diperkirakan  penuh selama dua pekan ke depan.

Total kapasitas gudang sewa telah mencapai 2 juta ton secara nasional.

Angka ini di luar kapasitas gudang milik pemerintah sebesar 3 juta ton.

Penguatan kapasitas gudang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Selain itu memastikan serapan produksi petani tetap optimal di tengah peningkatan produksi nasional.

“Sekarang sudah penuh, tinggal sekitar 800 ribu ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya. Berarti nanti bisa mencapai sekitar 6 juta ton,” tuturnya.

Sementara itu Andi Amran Sulaiman meminta semua pihak menjaga ruang kritik yang konstruktif dalam membangun sektor pangan nasional.

“Kalau kita beda pendapat, biasa, tetapi jangan berhenti di situ,” ujarnya.

Seluruh stok beras tersebut dapat diverifikasi secara terbuka oleh publik.

“Seluruh wartawan punya cabang di seluruh Indonesia. Silakan cek langsung ke gudang-gudang. Gudang dibuka kapan saja. Tidak mungkin berani mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton, karena konsekuensinya hukum,” ujarnya.

Nilai beras yang tersimpan mencapai sekitar Rp55 hingga Rp60 triliun.

Bahkan, pemerintah kembali menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk memperkuat cadangan tersebut.

Sebelumnya, Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton pada 2023–2024.

Kini, negara tersebut memiliki cadangan beras.

“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya optimistis.

Jumlah cadangan beras nasional sekarang, ujar Andi Amran Sulaiman, menjadi bukti Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Namun, juga mulai menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan global.

“Ini berkontribusi pada rakyat Indonesia dan juga pada dunia. Indonesia sekarang berkontribusi pada dunia,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.