Ronald Mambeyuw: Hak Politik OAP Harus Dikembalikan

oleh -
oleh
OAP
Tuntut hak politik, masyarakat Papua menggelar aksi demo, Senin (13/5) poto: yeri tarima/ nasionalnews.id/manokwari.

NASIONALNEWS.ID, MANOKWARI – Organisasi Parlemen Jalanan bersama Caleg dan ratusan Orang Asli Papua (OAP) berunjukrasa di depan Kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat, Senin (13/5/2019).

Dalam orasinya, Ketua Parlemen Jalanan, Ronald Mambeyuw mengaku, bahwa pihaknya tidak minta yang lain, akan tetapi hanya meminta hak politik OAP harus dikembalikan.

“Kami tidak meminta apa-apa. Kami hanya meminta hak politik OAP dikembalikan. Jika tidak, maka saya memastikan pasti ada sesuatu yang terjadi,” tegas Ronald.

Dirinya juga mengatakan, OAP kalah telak ditanahnya sendiri, bukan karena kurang skill, akan tetapi kalah akibat tidak punya segudang uang.

“Kalah bukan kekurangan skill, kalah bukan karena disiplin ilmunya tidak ada. tetapi kalah karena tidak memiliki segudang uang,” tegasnya.

Ronald menambahkan, pihaknya meminta kepda pihak penegak hukum untuk memproses semua pelanggaran yang terjadi di KPU Manokwari.

“Kami Mohon segala bentuk pelanggaran yang terjadi harus di tindaklanjuti sesuai hukum yang ada di Republik Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga meminta Gubernur Provinsi Papua bisa hadir bersama-sama. Sebab, pembina politik di tingkat Kabupaten sudah tidak dapat dipercaya.

“Karena pembina politik di tingkat Kabupaten hari ini menggunakan jabatannya untuk kepentingan segelintir orang,” ujarnya.

Sementara, Ketua MRPB, Maxsi N Ahoren mendukung serta sepakat untuk menghadirkan Gubernur Papua Barat, serta elemen yang berkepentingan di Papua Barat, dan para ketua partai politik untuk hadir di tempat ini dan menyatakan sikap.

Dirinya juga menyampaikan bahwa sampai dengan hari ini tidak ada satu pun yang menang mutlak, semua dikembalikan kepada partai politik yang menentukan siapa yang duduk.

“Saya meminta kepada seluruh ketua Parpol khususnya orang asli Papua hadir disini dan menyatakan sikap untuk menentukan siapa yang duduk di DPRD Kabupaten, DPR Provinsi dan DPR RI,” tutur Maxsi dihadapan ratusan OAP.

Setelah melakukan orasi, Ketua MRPB bersama Perwakilan DPR provinsi Papua Barat menuju ke kantor Gubernur guna melakukan mediasi agar Gubernur Provinsi Papua Barat bertemu dengan masyarakat.

“Setelah kami bertemu kurang lebih 15 menit dengan Gubernur, saya menawarkan solusi kepada beliau kalau bisa hadir bersama dengan kami hari ini untuk mendengar aspirasi masyarakat dan sekaligus membuka peti yang telah disiapkan,” tegas Maxsi.

Perlu diketahui bahwa massa sampai saat ini berada di halaman kantor DPR provinsi Papua Barat dan melakukan aksi tidur hingga esok hari mereka menuju ke kantor Gubernur.

“Gubernur menyampaikan kepada kami bahwa ada acara, namun siap untuk bertemu dan meminta waktu esok hari, untuk datang ke kantor Gubernur,” tandas Maxsi. (yeri tarima/04)

No More Posts Available.

No more pages to load.