Belum Dibayar, Ratusan Buruh PT. BUMK Bogor Terancam Kelaparan

oleh -
img 20220211 wa0013

NASIONALNEWS.ID, BOGOR – Ratusan Karyawan Garmen PT. Bintang Utama Maha Karya (BUMK) di Jalan Raya Parung, Gunung Sindur, Desa Pedurenan Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor mengeluh lantaran sudah satu bulan lebih belum mendapat upah, perusahaan beralasan karena salah satu pengurus perusahaan sedang karantina di luar negeri.

Maida (21) menceritakan keluh kesahnya, sudah satu bulan lebih tidak mendapatkan upah, setelah sebelumnya pihak perusahaan mencicil gajihnya dengan nilai yang sangat jauh dari yang diharapkan.

“Awalnya gajih saya dicicil 200 ribu, 150 ribu, 200 ribu selama beberapa hari. sampai saat ini sudah satu bulan setengah gajih saya belum dibayar,” katanya Kamis (10/02/2022)

Dalam mekanisme perekrutan karyawan mereka hanya dimintai berkas lamaran, ijazah dan kartu keluarga, namun tidak menanda tangani perjanjian kerja.

“Kita ngasih lamaran aja, ijazah asli kita ditahan gitu aja,” ujarnya.

Ida mengaku pasrah keluar dari perusahaan tersebut jika sudah dibayar pihak perusahaan.

“Saya mah udah selon, mau keluar belom dibayar kalau keluar gitu aja ga dibayar. jadi ke sayanya bingung,” tambahnya.

Menurut penuturan Ida, ada puluhan karyawan dari berbagai daerah yang nasibnya sama.

“Kasian mah, temen saya yang dari garut, Sukabumi malah ada yang dari Lampung dan Palembang, kasian mana harus makan, mana utang udah banyak kasian banget deeh, ada yang kelaparan sampe dijemput sama keluarganya karena gak punya ongkos buat pulang,” ungkapnya.

Fitri (17) yang juga salah satu karyawan mengaku, selain memiliki beban tunggakan pembayaran, orang tua Fitri yang bergantung kehidupan keseharian pada Fitri kerap kesulitan membeli beras untuk makan.

“Mamah sering nanyain ,udah digajih belum mamah gak punya buat beli beras ,” kata Fitri menceritakan.

(Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.