Data Bermasalah, Ratusan Penerima BST di Nabire Diusulkan Diganti

oleh -
Camera720 20200529 194308

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Sebanyak 400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Nabire diusulkan ke Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) untuk diganti. Pasalnya, nama yang terdaftar sebagai penerima BST tidak lagi berdomisili di kampung tersebut.

“Kami sudah usulkan 400 KPM BST yang bermasalah untuk diganti dengan yang benar-benar berdomisili sesuai tempat tinggal, namun yang baru terakomodir saat ini 205 KPM itu sudah disetujui Kemensos. Sisanya 195 KPM masih menunggu, semoga bisa diakomodir semuanya oleh Kemensos,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire, Ishak, Kamis (28/5/2020).

Ishak menambahkan, bahwa dalam proses pendistribusian ada wilayah yang sulit dijangkau, sehingga pihaknya sudah berkordinasi dengan Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos agar pendistribusian BST untuk wilayah Papua dibayarkan secara Tri Wulan guna menghemat biaya transportasi.

“Untuk Distrik Napan, Mora, biaya yang kami butuhkan untuk pendistribusian kurang lebih 20 juta dalam satu kali pendistribusian BST untuk sewa perahu serta makan, belum lagi wilayah yang diakses melalui udara. Sehingga dengan pembayaran tri wulan maka biaya transportasi tidak begitu mahal dan ini sudah disetujui oleh kemensos,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Satgas Penyaluran BST Kantor Pos Nabire, Adi Prasetya mengatakan, bahwa pihaknya menemukan di Distrik Yaro ada penerima BST yang terdaftar tetapi orangnya tidak tinggal di wilayah tersebut.

“Hampir sebagian Distrik kami temukan, contoh Distrik Yaro ada nama yang terdaftar sebagai penerima BST tetapi ketika nama yang kami bawa ternyata tidak tinggal ditempat itu, sehingga kami tidak bisa melakukan pembayaran karena pembayaran sekarang harus ada foto sambil memegang KTP, KK serta uang,” ujarnya.

Lanjut Adi, Kemensos telah menargetkan sebelum H-1 lebaran harus terealisasi 70 persen, namun pihaknya mengalami kendala di lapangan maka baru 41 persen yang terealisasi.

“Kami baru bisa bayar sekitar 41 persen atau 901 KPM dari 1.910 KPM, walaupun ada target yang ditentukan oleh Kemensos secara Nasional sebelum hari raya Idul Fitri harus 70 persen KPM sudah bisa terealisasi,” tuturnya.

Perlu diketahui, proses pembayaran BST ada tiga mekanisme yakni pertama masyarakat bisa datang ke Kantor Pos Oyehe, Kedua pihaknya membuka loket di kelurahan, ketiga pihaknya mendatagi ke rumah penerima BST.

“Tiga mekanisme ini sudah berjalan, jadi kalau bisa kami antar kami akan antar, kami juga sudah berikan undangan ke kelurahan atau kampung untuk serahkan ke masyarakat jika masyarakat belum datang maka kami datangi ke rumah cari orangnya jika tidak dapat maka kami langsung kordinasi dengan Dinsos,” pungkasnya. (TRM).