Dinas PRKPCK Lamongan Bantah Keras Tudingan Pengadaan Tandon IPAL Individu, Sebut Informasi tidak Benar

oleh -
img 20251114 wa0104

NASIONALNEWS.id, LAMONGAN — Polemik terkait pengadaan tandon plastik untuk program IPAL Individu di sejumlah desa penerima bantuan kembali memanas. Setelah salah satu kepala desa menyebut bahwa tandon-tandon tersebut disuplai oleh rekanan dari Dinas Perusahaan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Cipta karya ( PRKPCK ) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kini pihak dinas angkat bicara dan membantah tegas tudingan tersebut.

Menurut klarifikasi resmi, Dinas PRKPCK Kabupaten Lamongan melalui Agus, Kabid Bidang Cipta Karya, menyatakan tidak pernah membelanjakan atau menunjuk rekanan mana pun untuk pengadaan tandon IPAL pada program senilai sekitar Rp 600 juta tersebut.

“Itu tidak benar. Pengadaan tandon bukan dari kami, dan tidak ada rekanan dinas yang menyuplai ke desa. Program ini mekanismenya jelas, desa yang mengatur teknis pengadaannya sesuai juknis,” ujar perwakilan dinas saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa tudingan itu berpotensi menyesatkan publik. Jumat (14/11/2025).

Pihak dinas juga menambahkan bahwa setiap bantuan IPAL Individu bersifat stimulan, di mana desa penerima memiliki kewenangan dalam pelaksanaan teknis, termasuk pembelian material dan perlengkapannya. Karena itu, narasi bahwa dinas “menyuplai” tandon dianggap tidak berdasar dan merusak citra program pemerintah.

Sementara itu, pernyataan salah satu kepala desa yang sebelumnya mengungkap adanya tandon plastik yang disebut-sebut berasal dari rekanan dinas kini mendapat sorotan. Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut perlu dibuktikan secara faktual agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas PRKPCK Lamongan menegaskan siap memberikan data dan mekanisme resmi program jika diperlukan, sekaligus meminta agar semua pihak lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama terkait program bantuan pemerintah yang rawan disalahpahami.

Drama saling bantah ini diprediksi masih akan berlanjut, mengingat program IPAL Individu tengah menjadi perhatian di sejumlah desa penerima. Masyarakat kini menunggu klarifikasi lanjutan dari pihak kepala desa terkait kebenaran pernyataannya.

Sholic

No More Posts Available.

No more pages to load.