Dugaan Suap Seleksi Sekdes di Kecamatan Ngimbang, Warga Pertanyakan Transparansi

oleh -
oleh
screenshot 2026 02 20 21 16 08 77 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
Foto: Ilustrasi ujian seleksi pengisian Sekdes Desa Ngimbang. Kamis (5/2/2026) (Ilustrasi ChatGPT)

NASIONALNEWS.id, LAMONGAN – Proses seleksi calon Sekretaris Desa (Sekdes) di wilayah Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, menuai sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi dan independensi panitia setelah muncul dugaan suap atau adanya pengondisian salah satu calon.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, bahwa untuk Ketua Panitia Seleksi diketahui dijabat Asmungi pensiunan Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan dan Yono Kepala Desa Ngimbang.

“Dalam proses pendaftaran, tercatat ada lima peserta yang mendaftar sebagai calon Sekdes. Empat di antaranya berpendidikan sarjana, sedangkan satu lainnya lulusan SMA. Namun, beredar informasi bahwa salah satu calon Rhyzoma yang akrab disapa Riko disebut-sebut telah “terkondisikan” sebagai pemenang sejak awal proses.” kata warga, Kamis (19/2/2026).

Ia juga menjelaskan, isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa para calon lainnya tidak mengetahui adanya dugaan pengondisian tersebut.

“Bahkan, ada anggapan bahwa sebagian peserta kemungkinan tidak akan mengikuti kompetisi apabila sejak awal mengetahui bahwa hasil seleksi diduga sudah diarahkan.” cetusnya.

Riko sendiri dikenal sebagai pemilik Apotek Ngimbang Farma.

“Ia disebut-sebut telah memahami secara detail mekanisme dan materi ujian seleksi,” ujarnya

Saat ini, berdasarkan informasi yang beredar, proses pelantikannya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) permohonan pelantikan yang diajukan ke Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan.

Sejumlah warga meminta agar Pemerintah Desa Ngimbang dan panitia seleksi memberikan klarifikasi terbuka demi menjaga kepercayaan publik sebelum SK Pelantikan diajukan DPMD Kabupaten Lamongan dan berharap ada pihak yang berani melaporkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan apabila tidak terbuka atau transparan.

“Transparansi proses seleksi dinilai penting untuk memastikan bahwa jabatan strategis seperti Sekdes benar-benar diisi oleh kandidat yang lolos secara objektif dan profesional,” harap warga yang enggan disebutkan namanya ke nasionalnews.id.

Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (21/2/2026), Asmungi sebagai Ketua Panitia merasa sudah transparan dalam melaksanakan kegiatan seleksi tersebut.

“Sudah saya katakan mulai sosialisasi sampai ujian, panitia sudah berusaha menyampaikan seterbuka mungkin, itu yang bisa saya sampaikan,” tandasnya.

Sementara Yono Kades Ngimbang ketika dihubungi masih belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.

(Sholic)

No More Posts Available.

No more pages to load.