Hiswana Migas dan Pemda Banyumas Kunjungi Korban Luka Bakar

oleh -
desa kalikidang kecamatan okaraja

NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Himpunan Wiraswata Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) bersama perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banyumas dan Pertamina mengunjungi korban luka bakar tersambar api akibat kebocoran gas. Tujuan kedatangannya memberi bantuan pengobatan dan mengecek terjadinya kebocoran gas yang mengakibatkan korban luka bakar di kakinya.

Koordinator Hiswana Migas Kabupaten Banyumas, Bambang Pramono didampingi Legowo Kasubag SDA Bagian Perekonomian Sekda Kabupaten Banyumas dan Afif dari Pertamina Checker LPG Rayon IV Tegal memberikan bantuan kepada Maryati (53) korban luka bakar di Desa Kalikidang RT 001 RW 005, Kecamatan Sokaraja, Sabtu (1/5/2021) malam.

Desa kalikidang kecamatan sokaraja Kabupaten Banyumas

Pada kesempatan itu dilakukan pengecekan dan meminta keterangan Maryati dan Kasim (56) suami korban yang juga penjual gas eceran bersubsidi. Koordinator Hiswana Migas Kabupaten Banyumas, Bambang Pramono menerangkan, bahwa dari hasil investigasi yang dilakukan, api yang menyambar korban bukan karena tabung gas yang bocor melainkan kecelakaan yang disebabkan Human Error.

“Ada kemungkinan regulator terpasang tidak sempurna atau dalam posisi yang belum presisi tapi kran regulatornya sudah dikunci, sehingga gasnya keluar,” jelasnya.

Menurutnya, apalagi tabung gasnya kondisi tertutup rapat, jadi gas yang keluar itu dalam kondisi terjebak tidak terurai oleh udara ketika ketemu api otomatis meletup terbakar.

“Karena sifatnya gas itu turun ke bawah bukan naik bersinggungan api dari kompor yang masih menyala di bawah tadi,” ujar Bambang

Namun demikian, dengan melihat dari sisi kemanusian sebagai bentuk kepedulian terhadap korban, kata Bambang, Hiswana Migas Banyumas tetap peduli untuk memfasilitasi pengobatan yang lebih baik hingga sembuh.

“Silahkan pilih dokter spesialis kulit terdekat supaya mendapatkan perawatan yang optimal, segala biaya yang timbul akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak SPBE Tirta Alam Elpiji yang mana di sini diwakilkan oleh bapak Untung selaku Manager HRD,” tutup Bambang.

Sebelumnya, penjual eceran tabung gas bersubsidi sekaligus pengguna, Kasim menuturkan, bahwa dirinya sudah mengecek tabung gas sebelum dijual atau digunakan.

“Sebenarnya ketika tabung gas baru datang, sama saya di cek dulu dengan cara di celupkan ke air hingga tenggelam, jika timbul gelembung kan berarti bocor dan kemaren saat tabung dibawa ya tidak bocor,” pungkasnya.

Sementara itu, Maryati korban luka bakar menceritakan bahwa pada saat sedang memasak tabung gasnya tertutup dan terletak dibawah kompor.

“Kondisi tabungnya memang tertutup di bawah kompor, begitu pintunya dibuka, api langsung menyala di lantai jadi saya belum sempat melepas regulatornya, saya lupa kompor yang di bawah masih menyala,” tandasnya. (Imam S)

No More Posts Available.

No more pages to load.