Tak Terima Diperlakukan Layaknya Tersangka, Wartawan Online Lapor ke Polresta Banyumas

oleh -
timephoto 20230815 091853

NASIONALNEWS.ID,BANYUMAS -Supriyadi wartawan media online nkrinews45.com mendatangi Polresta Banyumas melaporkan oknum anggota Polresta Banyumas ke Polda Jateng 15/07/2023 atas perlakuan tidak mengenakan yang dialaminya.

Supri asal Kendal, Jawa Tengah menceritakan, pada Senin  14/07/2023 sekitar pukul 22.30 WIB dirinya di warung angkringan Jl. Prof. M Yamin no 08 Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, tepatnya selatan taman andhang pangrenan. Dirinya dikabari melalui telpon WA oleh Nyaman asal Kendal yang sama berprofesi sebagai Wartawan Media online, bahwa dirinya mendapatkan tuduhan sebagai pelaku perampasan uang tunai Rp 25.000.000 , dompet beserta isinya juga kontak mobil terhadap Yuda warga Banyumas di Jalan Raya Randegan, Kecamatan Kebasen, Banyumas.

Saat dikonfirmasi hal tersebut Supri mengatakan, ia datang ke Banyumas dengan tujuan mengklarifikasi dengan teman seprofesi yang mengabarkan di WA grup seperti yang disampaikan oleh Nyaman. Karena ia sendiri tidak ada di grup WA yang dimaksud, jadi kurang tahu persis apa isinya. Kata Nyaman  fotonya dikirim di grup yang dilanjut japri katanya ia melakukan perampasan kepada seseorang di Banyumas.

“Saat itu kita sepakat bertemu dengan pendamping Yudha selaku korban perampasan di angkringan joglo kita bertemu untuk memastikan apakah betul saya ini pelakunya,” kata Supriyanto saat di wawancarai di Polresta Banyumas.

Tak disangka-sangka Supriyadi yang sebelumnya fotonya share di WA grup, Yudha menjawab pertanyaan Yanto selaku pendamping korban, dirinya diyakini langsung oleh Yudha sebagai pelaku dengan menganggukan kepala dihadapan para saksi dan 3 anggota Polresta Banyumas yang datang tanpa tahu kedatangan atas operasi keamanan atau ada yang mengundang.

“Datang 3 oknum Polisi berpakaian preman dengan menyebut dari Polres Banyumas, ada apa ini ramai-ramai,” tiru Supriyanto kepada NN

saat di warung angkringan untuk mengklarifikasi atas tuduhan kepada Supriyadi

“Nah disitu 3 anggota ikut duduk dan menyaksikan saat Yudha ditanya oleh Yanto dengan jawaban anggukan kepala sampai dua kali pertanyaan dari Yanto yakin 100% bahkan yakin 1000%,” masih kata Supri

Kemudian 3 Oknum Polisi meminta untuk memeriksa  Hp, dompet milik Supriyadi dan Nyaman tanpa penolakan dari keduanya yang selanjutnya digiring ke Polresta Banyumas menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

”Saya tidak menolak dan ikuti proses pemeriksaan dari pukul 03.00 hingga  06.00 WIB, karena saya tidak melakukan kejahatan, tapi saya juga bingung atas dasar apa saya dan Nyaman di periksa di Polresta Banyumas sedang tuduhan itu belum ada bukti baik surat aduan maupun laporannya kepada saya juga tidak tahu,” ujar Supri dengan wajah lelah

Kiri ke kanan;  Hendrawan, Supriyadi, Nyaman

Kecewa dengan tindakan oknum polisi kepada rekanya, Hendrawan sebagai pendamping mengadu dengan membuat surat laporan yang ditembuskan kepada Kapolresta Banyumas, Kapolda Jawa Tengah, Kapolri, hingga Ombusman RI.

“Surat itu kami layangkan supaya tak terulang kembali peristiwa seperti ini, dan tidak terlepas kemungkinan kami juga akan membuat laporan kepolisian atas pencemaran nama baik kepada rekan kami ,” cetus Hendrawan saat ditanya oleh NN.

Sementara  pengakuan Supriyadi dihari yang dituduhkan yaitu tanggal 11/07/2023 hari Sabtu pagi dirinya di rumah saja.

Rep (IMAM S)

No More Posts Available.

No more pages to load.