Wabup Lamongan Dorong SMSI Perkuat Pers Faktual dan Literasi Media

oleh -
img 20260912 wa0024
Foto: Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara (berkostum batik) Dan Jajaran SMSI Lamongan, di ruang tempat kerja lantai tiga Gedung Pemkab Lamongan. (Istimewa)

NASIONALNEWS.id, LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mendorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan untuk terus memperkuat peran pers dalam memberikan informasi yang faktual, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dirham saat menerima audiensi jajaran pengurus SMSI Lamongan di ruang kerjanya, lantai tiga Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jumat (11/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dirham menilai perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Di satu sisi, kondisi itu memberikan kemudahan. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan, terutama maraknya hoaks di media sosial.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perusahaan pers memiliki tanggung jawab semakin besar untuk menghadirkan informasi yang dapat dipercaya masyarakat.

Dirham juga menyoroti masih adanya media daring yang mencampurkan fakta dengan opini pribadi penulis maupun menerbitkan berita tanpa proses konfirmasi yang memadai. Jika tidak dilakukan secara hati-hati, praktik tersebut berpotensi melahirkan pemberitaan yang tidak berimbang dan membuat masyarakat kesulitan membedakan fakta dengan opini.

“Perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Banyak informasi tidak benar atau hoaks, khususnya di media sosial. Selain itu, ada portal media online yang menyajikan berita berisi opini pribadi tanpa konfirmasi yang tepat sehingga pemberitaannya menjadi tidak berimbang,” ungkap Dirham.

Karena itu, ia mengajak perusahaan media yang tergabung dalam SMSI Lamongan untuk tetap menjadikan fakta sebagai pijakan utama dalam setiap pemberitaan.

Menurut Dirham, proses konfirmasi dan penerapan prinsip-prinsip jurnalistik menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas informasi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap media.

“Yang baik, beritakan dengan baik. Jika ada kekurangan, kami juga bersedia menerima kritik atau masukan yang membangun. Dengan demikian, SMSI Lamongan dapat menjadi mitra sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah,” tegasnya.

Pers Dinilai Punya Peran Penting dalam Literasi Media

Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, Dirham berharap media anggota SMSI Lamongan ikut mengambil peran dalam meningkatkan literasi media masyarakat.

Di tengah derasnya informasi digital, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi juga informasi yang membantu mereka memahami persoalan secara utuh.

“Sajikan informasi yang mendidik masyarakat. Ajak masyarakat memahami mana yang benar dan mana yang salah melalui pemberitaan berdasarkan fakta, bukan sekadar opini penulis,” imbuhnya.

Dirham menilai keberadaan media yang profesional dapat menjadi salah satu penopang terciptanya ruang informasi publik yang sehat. Media tidak sekadar menjadi penyampai kabar, tetapi juga memiliki tanggung jawab membantu masyarakat memperoleh informasi yang berkualitas.

SMSI Lamongan Bangun Komunikasi dengan Pemkab

Sementara itu, Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kepengurusan SMSI Lamongan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Pria yang akrab disapa Ali Zulfikar itu berharap komunikasi antara perusahaan pers dan pemerintah daerah dapat terus terjalin secara terbuka dan konstruktif.

“Tujuan silaturahmi ini adalah mengenalkan SMSI Lamongan beserta jajaran pengurusnya. Kami juga ingin membangun komunikasi dan menyamakan persepsi antara pengelola media dengan pemerintah,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan ekosistem media di tengah transformasi digital.

Sejumlah tantangan turut dibahas, mulai dari perubahan algoritma, kecepatan penyebaran informasi hingga persaingan perusahaan pers dengan platform media sosial.

Menurut Ali Zulfikar, perkembangan teknologi telah mengubah peta persaingan industri media secara signifikan. Perusahaan media dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.

“Saat ini, saya rasa tidak relevan lagi membedakan media bonafide atau tidak hanya berdasarkan ukuran lama. Algoritma teknologi berkembang begitu cepat. Media yang mampu memanfaatkan teknologi dengan baik memiliki peluang berkembang pesat, terlebih saat ini kita juga berhadapan dengan arus informasi media sosial yang sangat cepat,” pungkasnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara SMSI Lamongan dan Pemerintah Kabupaten Lamongan, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem pers yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan tetap berpijak pada prinsip jurnalistik.

Redaksi: Sholichan

No More Posts Available.

No more pages to load.