NASIONALNEWS.ID, Papua Selatan – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi kecepatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan dan para bupati di wilayah tersebut dalam menangani para pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang tengah bertugas, pascainsiden penembakan terhadap dua pilot pesawat.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan [para] bupati se-wilayah Papua Selatan yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan [terhadap para] pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang sedang mengabdi,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk pada Kamis (19/2/2026).
Koordinasi cepat antara pemerintah daerah (pemda) dan unsur terkait menjadi kunci dalam penanganan awal situasi di lapangan.
Kemendagri juga terus membangun komunikasi intensif guna memastikan langkah lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi.
“[Kemendagri] terus membangun koordinasi dengan pihak pemerintah daerah untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.
Ribka Haluk meneruskan penjagaan keberlangsungan <span;>layanan dasar perlu dijaga bagi masyarakat.
Dia meminta aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan tetap berjalan melalui fasilitas yang tersedia di wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
“Seluruh pihak agar menjaga situasi tetap aman dan terkendali demi mencegah kepanikan di tengah masyarakat agar dipastikan masyarakat tetap aman dan terkendali,” tuturnya.
Seluruh unsur pimpinan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Majelis Rakyat Papua (MRP), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Papua Selatan dan Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan diminta menjaga ketenangan publik.
“Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, DPRP, MRP, Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua Selatan, serta Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan, [kami harapkan] dapat mendukung agar masyarakat tidak panik,” ujarnya.
Pemprov Papua Selatan melaporkan langkah antisipatif di sektor layanan kesehatan.
Berdasarkan laporan Gubernur Papua Selatan, pelayanan kesehatan di empat puskesmas di Kabupaten Boven Digoel, yakni Puskesmas Yaniruma, Puskesmas Firiwage, Puskesmas Kombay, dan Puskesmas Manggelum, untuk sementara ditutup.
Para tenaga kesehatan (nakes) di keempat Puskesmas telah dievakuasi ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemda, dan seluruh elemen masyarakat, situasi tetap terkendali dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan lancar.









