Diduga Lalai Saat Penanganan Medis, Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia di RSUD Ajibarang

oleh -
oleh
oplus 16908288
Oplus_16908288

NASIONALNEWS.ID BANYUMAS-Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Banyumas. Seorang bayi perempuan berusia tiga bulan inisial TA dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Ajibarang pada Selasa (26/5/2026). Pihak keluarga menduga ada unsur kelalaian dari oknum perawat saat proses penanganan medis berlangsung.

Kisah memilukan ini viral di media sosial setelah diunggah oleh ayah korban pada 1 Juni 2026. Ia meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan oknum perawat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan ayah korban, peristiwa bermula ketika ia dan istrinya membawa sang anak ke Poli Anak RSUD Ajibarang pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB untuk memeriksakan gejala batuk dan pilek. Setelah mengantre, korban diperiksa oleh dokter sekitar pukul 12.00 WIB.

“Kata dokter batuknya agak parah dan disarankan untuk rawat inap. Demi kesembuhan anak, saya iyakan. Kami sengaja mendaftar sebagai pasien umum dengan harapan mendapatkan penanganan yang serius,” tulis ayah korban dalam unggahannya.

 

Setelah menyelesaikan administrasi dan menjalani foto rontgen, korban diarahkan untuk menjalani tindakan terapi uap (nebulisasi) di sebuah ruangan sembari menunggu kamar rawat inap siap.

Saat proses penguapan, korban dilaporkan terus memberontak dan menangis. Perawat yang bertugas kemudian meminta orang tua korban untuk memegangi tangan dan masker uap sang bayi.

Diduga Ditinggal Tanpa Pemantauan

Petaka mulai dirasakan orang tua korban setelah alat terapi uap dimatikan. Perawat yang menangani disebut langsung berpamitan untuk menunaikan ibadah, sementara kondisi korban tampak diam tak bergerak.

“Habis diuap anak saya diam, kirain tidur. Istri saya berniat menyusui, tapi anak tidak merespons, mukanya pucat, dan dibangunkan diam saja. Kami langsung panik,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, orang tua korban langsung meminta pertolongan dokter di ruangan sebelah. Mengetahui kondisi korban yang kritis, dokter segera mengarahkan pasien untuk dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di ruang IGD, tim medis sempat melakukan tindakan darurat karena korban dilaporkan sempat henti napas dan henti jantung.

Meski sempat mendapatkan penanganan darurat di IGD dan dipindahkan ke ruang ICU, nyawa bayi malang tersebut tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya, sekitar waktu Isya.

Kekecewaan Keluarga dan Upaya Konfirmasi

Pihak keluarga menyayangkan sikap oknum perawat yang diduga tidak memantau kondisi pasien secara berkala selama proses terapi uap berlangsung pada bayi usia 3 bulan yang masih sangat rentan.

“Yang bikin saya kecewa, kenapa pas diuap tidak dipantau oleh perawat itu? Dia pergi, datang lagi, pergi lagi. Saya nurut (memegangi) karena saya pikir dia lebih tahu di bidangnya. Kami datang ke situ untuk berobat,” sesal ayah korban.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan klarifikasi dan meminta konfirmasi resmi dari pihak manajemen RSUD Ajibarang serta Dinas Kesehatan setempat terkait SOP penanganan pasien anak dan dugaan kelalaian yang dituduhkan oleh pihak keluarga.

>>> IMAM S

No More Posts Available.

No more pages to load.