NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Sejak tiga rumah dibakar massa pada Sabtu (25/1/2020) bulan lalu, di Kampung Bumi Wonorejo, Distrik Nabire Papua, korban Anggota TNI Serda Syarifuddin meminta keadilan dan pertanggung jawaban pemerintah setempat. Ia dan keluarga merasa terancam dan sampai saat ini belum ada kejelasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Polres Nabire.
Babinsa Distrik Yamor Kodim 1804/Kaimana, Serda Syarifuddin mengungkapkan, bahwa ia sudah menyurati Bupati Nabire, Kapolres Nabire, Dandim 1705/Paniai yang ada di Nabire, namun sampai saat ini belum juga mendapatkan jawaban atau kepastian atas nasib dirinya dan warga lainnya yang menjadi korban pembakaran. Apalagi semenjak kejadian pembakaran hingga saat ini, keluarganya dan warga lainnya masih saja diteror.
“Kami bukan mata-mata atau pelaku, kami ingin tinggal dan beraktivitas dengan aman, sebab hingga saat ini kami masih saja mendapatkan teror,” ungkap Syarifuddin kepada Nasional News, Kamis (27/3/2020).
Pasca pembakaran beberapa waktu lalu Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyimudah dan Kapolres Nabire mendatangi para korban yang rumahnya dibakar massa, dan pada kesempatan itu korban menyampaikan langsung dua poin permintaan kepada Pemda dan Kapolres Nabire.
“Poin pertama, tolong kumpulkan kepala suku, tokoh adat dari pihak yang melakukan pembakaran untuk duduk bersama dengan kami pihak korban. Poin kedua, kami mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini. Mereka berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini, tapi saat ini belum ditanggapi, sehingga kami merasa kecewa,” tutur Babinsa Distrik Yamor Kodim 1804/Kaimana.
Menurutnya, poin pertama itu sangat penting agar masyarakat jelas duduk persoalannya, karena ia dan keluarganya merasa terancam hingga saat ini. Setelah pembakaran rumahnya, dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nabire, ini poin kedua agar pihak Kepolisian segera mengusut kasus pembakaran dan memproses pelaku secara hukum yang berlaku.
“Terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Nabire dan kepada Kapolres dan Dandim saya mengucapkan terima kasih yang sudah memberikan bantuan kemanusiaan kepada kami. Saat itu Wakil Bupati dan Kapolres berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini, tapi buktinya belum selesai,” ujar Syarifuddin
Pada insiden tersebut, tiga unit rumah yang dibakar massa, yaitu rumah warga bernama Supu, rumah anggota TNI Serda Syarifuddin Babinsa Distrik Yamor Kodim 1804/Kaimana dan rumah anggota Polres Paniai, Brigadir Habibi ditambah enam unit kendaraan bermotor.
“Kerugian yang kami alami, baik rumah beserta isinya dan kendaraan diperkirakan kurang lebih 1 miliar rupiah, sementar kami tidur di rumah seadanya, bila hujan kebocoran,” tuturnya.
Syarifuddin berharap ada jaminan keamanan dan perhatian dari pemerintah agar rumahnya dapat dibangun kembali. Ia sudah berusaha meminta bantuan DPRD Kabupaten Nabire, tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah, DPRD dan pihak Polres Nabire untuk menyelesaikan masalah ini.
“Laporan yang sudah masuk di Polres tolong segera direspon agar kami mendapat jaminan keamanan. Kami meminta DPRD dan pemerintah agar rumah kami dapat dibangun kembali, yang paling penting saat ini kami mau dengar dari pemerintah dan Kapolres kira kira siapa yang bertanggung jawab atas pembakaran rumah kami, karna sampai saat ini kami belum tahu,” keluhnya.
Anggota TNI, Serda Syarifuddin sebagai salah satu korban pemilik rumah yang dibakar massa, menuturkan kronologis kejadian pembakaran tersebut yang dilakukan sekelompok massa belum lama ini. Dari keterangan saksi yang ada di lokasi, Syarifuddin menuturkan bahwa, pada Sabtu 25 Januari 2020 sekitar pukul 15.00 WIT ada sebuah mobil Inova mengejar dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan sepeda motor.
“Tepat di depan rumah kami, kata saksi melihat ada tim yang tidak dikenal turun dari mobil Inova tersebut dengan bersenjata lengkap, namun menggunakan baju preman dan mengejar dua orang laki-laki yang sedang berboncengan di atas sepeda motor,” katanya.
Setelah itu, sejauh lebih kurang 50 meter terdengar bunyi tembakan, dan Ttm bersenjata yang tidak dikenalinya tersebut berhasil melumpuhkan 1 orang, setelah tim tersebut mau pergi orang tersebut, tiba-tiba ban mobil Inova yang digunakan tim bersenjata masuk parit atau selokan air. Akhirnya tim tersebut berupaya mendorong mobil inova tersebut, namun tak berhasil.
“Kemudian tim tersebut meminta bantuan kepada saudara Supu dan menyuruh ambil tali di rumahnya. Setelah itu saudara Supu memberikan tali, langsung diambil oleh tim tersebut untuk menarik mobil Inova yang tadinya terperosok di parit dengan bantuan mobil truk lainnya dan akhirnya berhasil,” ujarnya.
Selanjutnya tim bersenjata yang tidak dikenalinya, langsung pergi membawa buruannya dan idak lama kemudian sejumlah masa datang berkumpul di depan rumah Supu. Mendapat kabar massa berkumpul dekat rumahnya, Serda Syarifuddin langsung pulang berusaha untuk menenangkan massa.
“Tiba-tiba massa dengan spontan menyerbu sekaligus melempari batu kearah milik Supu dan rumah kami. Terdengar teriakan massa menanyakan siapa yang memberi bantuan tali untuk bantu tim bersenjata yang menggunakan mobil inova,” imbuhnya.
Massa terus melancarkan lemparan batu ke arah rumah para koban, Syarifuddin tak bisa membendung massa yang makin beringas dan akhirnya melakukan pembakaran terhadap tiga 3 unit rumah dan kendaraan bermotor milik para korban,” ungkapnya.
“Istri dan anak saya yang tadinya bersembunyi dibelakang rumah, terpaksa melarikan diri kerena massa sudah brutal dan dikejar tujuh orang lari dan sembunyi di hutan, Alhamdulillah kami semua selamat semuanya, pasca kejadian itu kami tidak merasa tenang karena masih ada yang meneror keluarga kami,” tutupnya. (TRM)







