NASIONALNEWS.id SLEMAN – Warga Kalurahan Banyurejo mengeluhkan kondisi jalan rusak yang sekitar 2 tahun tak kunjung diperbaiki di Dusun Jambean Banyurejo Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengguna jalan lainnya juga mengaku kesulitan mengendarai kendaraannya saat berpapasan dengan kendaraan lainnya, karena kondisi jalan rusak parah, seperti daerah tertinggal.
Warga Banyurejo, Mursidi (52) mengatakan, dirinya kesulitan mengangkut pakan ternak saat melintas di jalan Jambean ini karena sepanjang jalan dilewati banyak lubang sehingga harus berhati-hati berisiko terjatuh dari kebakarannya.
Menurutnya, belum mendapat perhatian Kapanewon Tempel Sleman, lantaran sekitar 2 tahun tak kunjung diperbaiki kerusakan jalan di Dusun Jambean sampai perlintasan depan Kantor Kalurahan Banyurejo dan Puskesmas, semakin parah saat musim hujan.
“Kondisi seperti seperti ini menyulitkan aktivitas warga, terutama pengendara motor yang membawa pakan ternak, hasil bumi, tukang ojek, termasuk anak-anak berangkat ke sekolah,” kata Mursidi, Jumat (23/1/2026).
Mursidi menuturkan, bahwa dirinya kerap menyaksikan langsung warga kewalahan saat melintas karena jalan berlubang dan berlumpur saat hujan turun.
“Kondisi ini rawan kecelakaan membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor, terutama pada malam hari belum lagi di jalan itu tidak ada penerangan jalan,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Herlina yang setiap hari antar jemput putrinya di SMPN 2 Tempel, setiap hari Herlina mengaku berjibaku saat melintas di Jalan Jamberan Banyurejo seperti daerah tertinggal dan ia berharap Pemerintah Kabupaten Sleman dapat segera melakukan perbaikan jalan tersebut, untuk kelancaran mobilitas dan perekonomian warga.
“Saya berharap Pemkab Sleman segera memperbaiki jalan rusak di Kalurahan Banyurejo demi kepentingan masyarakat,” tandasnya. (PA)






