NASIONALNEWS.ID, BANTUL – Seorang pria berinisial TA (27) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Oyo, kawasan wisata Kedung Parangan, Dusun Kedungjati, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Senin (20/7/2026) sore.
Korban diduga nekat berenang tanpa mengenakan rompi pelampung setelah mengonsumsi minuman keras oplosan.
Hingga Selasa (21/7/2026) pagi, korban belum ditemukan. Tim gabungan Basarnas DIY, Basarnas Bantul, Polsek Imogiri, pemerintah kalurahan, dan relawan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Oyo.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 17.00 WIB. Personel Polsek Imogiri bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Imogiri bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi dan melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di Sungai Oyo,” ujar Rita, Selasa pagi.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial BI (23), korban datang ke lokasi wisata sekitar pukul 16.30 WIB.
Sebelum berenang, keduanya kembali mengonsumsi tiga botol minuman keras oplosan yang dibawa korban.
Setelah menghabiskan dua botol, keduanya menyewa pelampung. Namun, korban menolak mengenakan rompi pelampung dan langsung berenang ke bagian tengah sungai.
Sementara saksi kembali ke tepi sungai untuk menghabiskan sisa minuman keras.
Saat menoleh kembali ke arah sungai, saksi sudah tidak melihat korban di permukaan. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Selopamioro dan Polsek Imogiri.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban berupa tas selempang, jaket, dompet, telepon genggam, SIM, dan uang tunai.
Sepeda motor Honda Beat milik teman korban juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Rita mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan saksi masih berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian.
“Keterangan sementara menunjukkan saksi dalam kondisi dipengaruhi minuman keras oplosan. Hal tersebut masih terus kami dalami sebagai bagian dari proses penyelidikan,” katanya.
Sekitar 15 personel Basarnas bersama unsur terkait masih melakukan pencarian. Polisi mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, menggunakan alat keselamatan, dan tidak berenang dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol maupun miras oplosan. (Ridar)






