Daenk Jamal Buka Rakornas KKT-PTI di Jakarta

oleh -
screenshot 20210730 061834 whatsapp compress25

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Rakornas Kamando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI) Tahun 2021 dibuka oleh Daenk Jamal selaku Ketua Kordinator Nasional KKT-PTI di remah percontohan lahan pertanian, di jalan Terusan Bandengan Utara 1, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/7/2021)

Kegiatan rapat koordinasi Nasional dihadiri 11 perwakilan KKT-PTI Provinsi diantaranya dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, DKI Jakarta dan Papua.

Daenk Jamal mengatakan, tujuan utama dari KKT-PTI dalam rangka pemerdayaan pemuda di pelosok desa di sektor pertanian, supaya pemuda di desa tidak datang ke Jakarta untuk mempunyai penghasilan yang cukup di desa membentuk kelompok tani yang Insya Allah akan disuport oleh Kementrian Pertanian.

Di samping hal tersebut, bagaimana menekan impor komoditi dengan membuktikan indonesia mampu memenuhi dan mengkafer kebutuhan dari 270 juta jiwa, dan bisa terkafer dari hasil komoditi lokal Indonesia.

Juga berharap dengan adanya pengajuan lahan dari setiap kelompok menjadikan satu kawasan cluster pertanian yang mampu mengalihfungsikan lahan kosong untuk lahan pertanian.

“KKT-PTI ini menciptakan Petani muda yang unggul dengan menggunakan tehnologi yang modern dalam mengolah lahan pertanian yang dapat menghasilkan pendapatan bagi para petani milenial, generasi muda jangan malu untuk bertani, jadilah generasi muda yang bisa menciptakan inovasi baru bagi petani yang lainnya,” kata Daenk Jamal.

Sementara itu Kepala BPPT DKI Jakarta dr Nurhayati menambahkan, wilayah pesisir seperti lahan disini merupakan lahan kering, l bisa gunakan sumber air dan matahari dan menggunakan pupuk untuk menyesuaikan kondisi tanah disini. Jangan sampai dataran rendah ditanam tanaman untuk yang datarannya tinggi dan itu tidak akan cocok, semisal padi untuk di daerah sangat cocok.
Untuk di Jakarta sendiri yang merupakan lahan kering, cocok sekali ditanami buah buahan seperti anggur.

Terkait persoalan disini, Nurhayati juga menjelaskan, tanah yang ada, merupakan tanah urukan, jadi kita coba dulu untuk tanaman yang ringan semisal sayur-sayuran yang 20 hari sampai satu bulan sudah bisa panen, seperti kangkung itu antara 20 hari sampai satu bulan sudah bisa di panen dan untuk cabai antara tiga bulan sudah bisa dipanen, kemudian untuk buah buahan bisa di panen ada yang satu tahun bahkan sampai tiga tahun untuk dipanen.

“Jadi tergantung masyarakat disini, mau menanam sayuran atau buah-buahan yang terpenting kita melihat kondisi tanahnya yang cocok untuk tanaman apa baru ditanami,” tuturnya.

Editor : Budi

No More Posts Available.

No more pages to load.