NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Banyak cara dapat dilakukan orang dalam upaya merubah keadaan menjadi lebih baik. Terutama setelah melihat kondisi demokrasi bangsa ini yang kian memprihatinkan.
Praktek korupsi dan pelaksanaan hak azasi manusia yang selama ini terlihat tak berjalan sesuai aturan, membuat beberapa koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Demokrasi Indonesia (ASDI) tergerak memanfaatkan momen yang ada. Gelaran Panggung Rakyat Bongkar akan mereka jadikan sebagai wadah dalam mewujudkan kolaborasi Orasi kebangsaan dan konser musik.
Acara ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dan Hari HAM (Hak Azasi Manusia) Sedunia.
“Momen panggung rakyat bongkar ini semacam kesadaran kolektif antara musisi dengan aktivis. Mereka akan bersuara tentang kondisi bangsanya. Tentang potensi permasalahan yang akan datang,” ungkap Faisal Basri Kamis sore (7/12) dihadapan puluhan wartawan di Jakarta Pusat. Faisal hadir sebagai salah satu tokoh masyarakat yang juga nantinya akan ikut manggung dan bersuara di acara tersebut.
“Kami peduli tentang korupsi, kolusi dan nepotisme. Kami peduli tentang pelanggaran atas hak dan azasi manusia. Saatnya kami bersatu untuk membangun kesadaran kolektif tersebut,” ujar pakar ekonomi ini lagi ditemani Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty Internasional), Abdul Majid (korban IKKS), Andi Malewa (aktivis, penyanyi), dll.
Faisal mengibaratkan, Indonesia adalah sebuah rumah yang sedang diserbu oleh rayap-rayap yang pondasinya goyah dan atapnya bocor. Panggung dihadirkan sebagai pengingat dari ancaman rayap yang ada di depan kelopak mata kita.
Menurut Faisal, kegiatan ini adalah sebuah gerakan kebudayaan. Melalui Orasi dan Konser Musik, rayap-rayap itu dan segala sesuatu yang mengganggu diharapkan akan enyah. Ia juga berharap agar Indonesia yang lebih baik akan terwujud lewat pendekatan kebudayaan tersebut.
Acara yang tiket masuknya tak dipungut bayaran ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Desember 2023 di Stadion Madya, GBK Senayan.
Panggung Rakyat Bongkar dikonsep secara kreatif dalam memberikan ‘experiences’ kepada Masyarakat Indonesia. Penonton tak hanya menyaksikan orasi kebangsaan dan konser musik saja tapi, juga sebuah atmosfer sejarah kelam Indonesia yang tak terlupakan. Panitia mengemasnya dalam bentuk seni instalasi yang menyajikan foto peristiwa Kerusuhan Mei 1998 dan foto berbagai pelanggaran HAM.
Sejumlah nama yang nantinya akan menyampaikan Orasi Kebangsaan, antara lain adalah; Usman Hamid, Faisal Basri, Ikrar Nusa Bhakti, Zoemrotin K. Soesilo, Danang Widoyoko, M. Roni Syamsuri, Abdullah Riansyah, Arya Dewi Prayetno, Ahmad Tomi Wijaya, Ririn Sefsani, Horja Bius, Fajar Merah, Muhammad Suhud, Bivitri, Lilik dan sejumlah nama lainnya yang berasal dari berbagai elemen masyarakat dan IKKS (Ikatan Keluarga Korban Sutet) Kabupaten Bogor.
Musisi yang akan tampil mengisi Panggung Rakyat ‘Bongkar’ tersebut, antara lain; Kotak, Anto Baret feat Andi Malewa, Endank Soekamti, Tony Q. Rastafara, Jamrud, Dead Squad, Pas Band, Iwa K., Young Lex & Friends, serta musisi lainnya. Mereka adalah musisi dengan reputasi karya lagu kritikal.
Para pengisi acara tergabung dalam ASDI yang merupakan kolaborasi jejaring komunitas seniman, budayawan, akademisi, mahasiswa, professional, agamawan, aktivis anti KKN, korban Pelanggaran HAM, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan tokoh masyarakat.
Sementara itu ketua Pelaksana Raiden Soedjono menyebut bahwa acara ini dibuat gratis dan terbuka untuk umum. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan bisa terlebih dahulu mengisi google form sbb; Htttps://bit.ly/FFORMPENGUNDANGASDI
- _______________________amex







