Gagasan BPIP Sosialisasikan Pancasila Melalui Tiktok, Menuai Kritik

oleh -
Img 20200223 010635

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Rencana Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) untuk  mensosialisasikan pancasila melalui aplikasi tik tok menuai kritikan dari wakil ketua 3 Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Provinsi Banten, Sabtu (22/2/2020).

Rencana tersebut disampaikan Yudian Wahyudi Kepala BPIP dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi  2 di komplek parlemen Senayan Jakarta pada Selasa (12/2/2020).

Holong Siregar, wakil ketua SAPMA PP Banten saat  ditemui di warung  makan Nunkin Kota Tangerang menilai, rencana yang sedang digodok BPIP sosialisasi Pancasila melalui media sosial TikTok tidak tepat, lantaran menurut holong, Pancasila sebagai idiologi negara tidak tepat jika disampaikan melalui candaan seperti tiktok.

“TikTok inikan media sosial yang diperuntukan untuk hiburan semata atau bisa dibilang bahan candaanlah, apalagi ada juga yang mencemoohkannya karena isinya itu hanya goyang-goyang doang, sedangkan Pancasila adalah ideologi negara dan berbangsa yang sangat kita jaga kewibawaannya,” ujarnya.

Holong menilai rencana yang di gagas Ketua BPIP ini bisa menurunkan kewibawaan dan derajat Pancasila.

“Saya jadi bingung dan heran sendiri jadinya, sosialisasi seperti apa dan teknisnya bagaimana menggabungkan sosialisasi dengan hiburan yang hanya beberapa detik. Saya kira tidak efektif, justru menimbulkan kontroversi yang berdampak menurunkan nilai Pancasila,” jelas
pria yang juga  berprofesi sebagai seorang pengacara. (Yuyu)