NASIONALNEWS.id, LAMONGAN — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, kembali menggelontorkan dana fantastis dalam program Bongkar Ratoon untuk Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Nilai pagu anggaran yang tercatat untuk tahun 2025 mencapai Rp 194.877.180.000 atau hampir Rp 195 miliar.
Program Bongkar Ratoon sendiri merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi gula nasional dengan cara membongkar tanaman tebu tua yang produktivitasnya menurun, kemudian menanam ulang tebu varietas unggul.
Program ini diklaim menjadi salah satu pilar menuju target swasembada gula nasional.
Namun, ironisnya, anggaran raksasa tersebut justru tidak diketahui oleh dinas yang seharusnya menjadi penerima manfaat di daerah.
Kepala DKPP Lamongan, Mugito, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Ufi, mengaku tidak mengetahui sama sekali terkait adanya program Bongkar Ratoon senilai hampir Rp 200 miliar itu.
“Nggih mohon maaf, kami tidak paham terkait itu. Kami di kabupaten sebatas penerima manfaat saja,” tegas Ufi saat dikonfirmasi. Senin (8/12/2025)
Pengakuan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin program nasional dengan anggaran ratusan miliar rupiah yang diperuntukkan bagi petani tebu di Lamongan justru tidak diketahui secara jelas oleh dinas teknis yang membidangi sektor perkebunan?
Ketidakjelasan informasi ini dikhawatirkan membuka celah besar terhadap sejumlah persoalan, mulai dari lemahnya koordinasi pusat–daerah, potensi salah sasaran bantuan, hingga dugaan minimnya transparansi dalam pendistribusian dana sebesar itu.
Sementara itu, para petani tebu di Lamongan sejauh ini belum menerima sosialisasi maupun penjelasan resmi terkait teknis pelaksanaan Bongkar Ratoon tahun 2025.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa program strategis tersebut rawan tumpang tindih pelaksanaannya.
Dengan besarnya dana yang digelontorkan pemerintah, publik mendesak perlunya keterbukaan data, transparansi penyaluran, serta pengawasan ketat agar anggaran ratusan miliar itu benar-benar menyentuh petani tebu dan tidak menjadi proyek “gelap” yang sekadar tercatat di atas kertas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Terkait belum memberikan keterangan. Terkait mekanisme pendistribusian program Bongkar Ratoon di Kabupaten Lamongan.
Sholic











