NASIONALNEWS.ID YOGYAKARTA–Sebuah rumah tinggal di kawasan padat penduduk yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD), tepatnya di RT 07/RW 59, Sengkan, Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Yogyakarta, ludes terbakar pada Sabtu siang (13/6/2026).
Kebakaran yang menimpa rumah seorang sopir angkutan di Gang Puntodewo tersebut diduga kuat berasal dari kompor gas yang tiba-tiba membesar saat istri korban sedang memasak.
“Api tiba-tiba membesar berasal dari kompor gas saat saya sedang menggoreng telur. Saya tidak panik dan berusaha memadamkan api menggunakan kain basah, tetapi upaya itu gagal. Saya lalu mencabut selang gas, namun tetap tidak banyak membantu,” ujar Mbak Yayuk, istri sopir angkutan tersebut kepada NasionalNews.id.

Kondisi permukiman yang sangat padat dan berdempetan di sepanjang bantaran anak sungai (Kali Pelang) sempat membuat warga sekitar panik. Menurut salah seorang tetangga korban, di lingkungan RT tersebut saja tercatat ada sekitar 90 rumah yang berdiri.
Padatnya kawasan tersebut juga diakui oleh petugas pemadam kebakaran yang sempat kesulitan mencapai titik api secara langsung.
“Kami tidak bisa menjangkau lokasi karena jalannya sangat sempit. Akhirnya kami memaksimalkan mesin pompa dengan memanfaatkan sumber air dari anak sungai ini. Kebakaran ini sendiri langsung kami tangani setelah menerima laporan dari seorang Sahabat Damkar (relawan mitra pemadam kebakaran),” kata seorang petugas di lapangan.
Proses pemadaman yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut berjalan cepat berkat kerja sama solid antara petugas Damkar Kota Yogyakarta, Damkar Sleman, serta masyarakat setempat.
Meski bangunan semi-permanen tersebut akhirnya menyisakan puing-puing, kesigapan petugas dalam melokalisasi api agar tidak merembet ke puluhan rumah warga lainnya menuai apresiasi mendalam dari masyarakat Padukuhan Joho wilayah yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti Kampung Ramah Anak.
Suasana haru pun terlihat saat empat armada mobil pemadam kebakaran bersiap meninggalkan lokasi. Sejumlah warga tampak mengucapkan terima kasih dan melambaikan tangan kepada para petugas berbaju lengkap yang telah berhasil mengamankan kampung mereka dari amukan jago merah.
(Ridar)











