NASIONALNEWS.ID, LAMONGAN – Guna memastikan gizi terhadap anak-anak tetap terjaga, Polres Lamongan bersama Instansi terkait menggelar Jumat Curhat dengan mensosialisasikan terkait stunting dan penyakit diabetes juga Hipertensi kepada warga masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Tlogoanyar, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (24/2/2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut
Kapolsek kota AKP Fadelan, SH.,MM, Ketua Program Gizi Puskesmas Lamongan Fitri Amd, Lurah Tlogoanyar Sirojuddin, Kader Tlogoanyar, serta warga masyarakat.
Kasi Dokkes Polres Lamongan Penata Ariy Rakhmawati menjelaskan, kegiatan Jumat Curhat kali ini menjelaskan kepada masyarakat terkait pertumbuhan dan gizi terhadap anak-anak.
Bagaimana mengetahui pertumbuhan anak yang normal usia 7 tahun laki laki dengan Berat Badan 20 kg dan Tinggi badan 110 cm. Apakah termasuk kategori stunting ?
“Seorang anak dikatakan stunting apabila memiliki pertumbuhan yang kurang dari normal dan apabila di usia lebih dari 5 tahun belum bisa dikatakan stunting.
Untuk usia 7 tahun laki-laki dengan tinggi badan 110 dan berat 20 kg termasuk kategori kurus, tapi pertumbuhan tingginya masih normal. Untuk mengejar kurangnya berat badan tersebut, sebaiknya diberikan makanan yang sehat, tinggi kalori dan menjaga pola aktifitas anak yang sehat pula. Serta melakukan evaluasi berat badan setiap bulannya,” ujar Kasi Dokkes.
Penata juga menjelaskan, apabila ada anak yang stunting dan baru terdeteksi di usia lebih dari 5 tahun, Apakah tumbuh kembangnya bisa di perbaiki lagi ?.
“Seorang anak, apabila diusia lebih dari 5 th diketahui dengan kondisi stunting maka dapat dilakukan terapi perbaikan gizi dan dipantau oleh tenaga ahli gizi. Diberikan makanan yang sehat dan bergizi, dimonitor kenaikan berat badannya, dimonitor juga pola aktifitasnya/kebiasaannya, serta diperiksa juga apakah ada penyakit bawaan dari anak tersebut,” sarannya.
Masih dikatakannya, Tn. T memiliki riwayat Diabetes dan Hipertensi sudah 5 tahun yang lalu. Saran dari dokter setiap hari harus minum obat diabetes dan hipertensi sebanyak 2 X sehari.
Bagaimana efek apabila tidak rutin minum obat dan bagaimana caranya supaya tidak lupa minum obat ?
“Seseorang dengan masalah kesehatan Diabetes dan Hipertensi memang setiap hari harus minum obat, karena untuk mengatur metabolisme tubuh yang bermasalah tersebut. Efek apabila tidak teratur minum obat adalah tidak tercapainya tujuan dari pengobatan yaitu mencapai hasil metabolisme yang normal, baik dalam pengaturan glukosa dan tensi tersebut. Bagaimana supaya tidak lupa minum obat, tentunya harus ada saling mengingatkan dalam satu rumah tersebut, atau mungkin obatnya di tempatkan ditempat yang sering dilihat dan diingat, misalnya di tempat sholat yg selalu kita pakai sholat,” jelasnya.
(Shollichan)











