Layanan Ojol Maxim Bertahan di Tarif Murah, Disinyalir Persaingan tidak Sehat

oleh -
img 20230609 wa0057

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Layanan ojek online alias ojol asal negara Rusia Maxim kini menarik perhatian konsumen, karena dari sisi murahnya tarif yang selama ini dikenakan kepada penumpang yang memakai jasa Maxim.

Belonogov, pendiri transportasi online Maxim, perusahaan transportasi online Maxim Indonesia dan sebagai perusahaan transportasi online, juga menawarkan layanan Taksi dan Kargo, untuk pemindahan barang dalam jumlah besar ini telah masuk ke pasar Indonesia sejak 2018.

Sangat membuat persaingan dan di sinyalir tidak sehat oleh para aplikasi lain seperti Gojek dan yang lainnya, yang menjadi perusahaan anak bangsa sendiri harus mengakui kemunduran orderan dari para konsumen penguna jasa transpotasi online yang lebih dahulu ada sebelum Maxim.

Kepala Cabang Maxim Padang, Yarman Rachmat Ari yang dikutip dari salah satu media mengatakan, kekurangan dari Maxim yaitu tampilan halaman utama, masih membingungkan dan alamat pada peta di dalam aplikasi, belum lengkap ataupun belum detail. Sehingga hal ini membuat banyak konsumen bingung menggunakan aplikasinya.

Dari penelusuran, para driver Maxim juga mengeluhkan dengan harga ongkos yang ada saat ini, dan salah satunya mengatakan, dirinya terpaksa menjalaninya saja, karena memang hanya menjadi bagian Maxim, yang masih mempunyai penghasilan walaupun dirasa tidak berimbang dengan kebutuhannya sehari-hari.

“Ya mau di apakan lagi bang, kami seperti makan buah simalakama, mengambil pekerjaan ini,” keluh salah satu driver Maxim.

Ojek online (ojol) Maxim buka suara soal kebijakan tarif murah yang tak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Manajemen mengklaim sudah menyesuaikan tarif.

Dikutip dari media CNBC Indonesia sebelumnya, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Maxim pada 30 Desember 2019, untuk patuh pada aturan tarif yang ditetapkan. Bahkan Kemenhub mengultimatum akan memblokir aplikasi Maxim.

“Betul, kami sudah menerima surat tersebut per tanggal 22 Januari 2020. Kami patuhi permintaan tersebut dan sudah menyesuaikan tarif per tanggal 22 Januari 2020,” ujarnya juru bicara Maxim Havara Evidanika kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/01/2020), yang lalu.

Berdasarkan pengawasan yang dilakukan Kemenhub, Maxim tidak menjalankan tarif ojek online yang telah disepakati. Maxim melakukan pelanggaran di lebih dari satu kota. Bahkan Maxim kerap pasang harga murah dibanding Grab dan Gojek, ketika masuk ke pusat kota.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, jika Maxim tidak segera mengikuti kebijakan Kemenhub mengenai tarif ojol, maka pihaknya akan menghentikan layanan Maxim.

Dari Hal tersebut di atas terlihat ada apa dengan kebijakan yang ada di Dinas, yang mengatur tentang jasa aplikasi transportasi online yang ada di Indonesia, benarkah di biarkan pertempuran harga, ini akan menenggelamkan jasa transportasi lain termasuk transportasi anak bangsa sendiri yaitu Gojek dan Grab.
Rio

No More Posts Available.

No more pages to load.