NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA – Beberapa sekolah seperti SMP Muhammadiyah 3 Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua hari, Kamis dan Jumat (14–15/8).
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Mlati, Yulia Rahmawati, mengatakan penghentian sementara dilakukan sambil menunggu evaluasi dari penyedia MBG dan pendampingan dari instansi terkait.
Kami ingin memastikan semuanya aman dulu sebelum MBG dilanjutkan. Untuk sementara, dua hari ini kami setop dulu,” ujarnya kepada wartawan Kamis (14/8/2025). Sehari sebelumnya telah terjadi kepanikan melanda wilayah Mlati, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta.
Ratusan siswa dari tiga sekolah menengah pertama tiba-tiba mengalami gejala mual, pusing, dan diare.

Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengonfirmasi kejadian ini.
Ia menyebut siswa yang terdampak berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.
“Informasi yang saya terima, ketiga sekolah itu menerima MBG dari penyedia yang sama. Gejala mulai muncul hari ini, setelah kemarin anak-anak menyantap menu yang disediakan,” kata Mustadi ketika dikonfirmasi.
Menurutnya, program MBG di Mlati dikelola oleh SPPG yang bermitra dengan pihak ketiga, yakni Janu Putra.
“SPPG wilayah Mlati bermitra, dan yang saya tahu, penyedianya Janu Putra,” ujarnya.
Ratusan Siswa Tumbang, Puskesmas dan RSUD Kewalahan
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman, Dedi Aprianto, menyebut data awal menunjukkan 90 siswa dari SMP Muhammadiyah 3 Mlati dan SMP Pamungkas Mlati langsung dilarikan ke Puskesmas Mlati II.
Program MBG di Sleman merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Kasus ini masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti gejala yang dialami para siswa dan guru.
(Ridar)











