Sukses di SMESCO, Alumni 92 IISIP Jakarta Kampanyekan Reunilah Sebelum Ajal Menjemput

oleh -
img 20220819 wa0063

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta atau IISIP yang dikenal sebagai “Kampus Tercinta” yang identik dengan kampusnya alumni para wartawan, pada Minggu (14/8/22) kemarin, menggelar Reuni akbar yang ke-30 Tahun.

Acara reuni sukses dihelat di gedung SMESCO, Gatot Subroto Jakarta, dengan mengangkat hastag #ReunilahSebelumAjalMenjemput sukses menghadirkan ratusan alumni 92.

Ketua Ikatan Alumni 92 IISIP Jakarta, Wisherman mengatakan, bahwa Reuni 30 Tahun Alumni 92 Kampus Tercinta, sukses besar, leting itu kan diisi orang orang sukses semua. Konon, leting 92 IISIP Jakarta salah satu yang terbesar dalam jumlah sepanjang sejarah Kampus Tercinta.

“Base on data ada 302 alumni dari 500 mahasiswa saat itu di tahun 1992. Dengan jumlah yang begitu besar, pantas-lah kerap jadi trending topic diantara alumni Kampus Tercinta. Termasuk ketika leting 92 menggelar reuni dengan tagline yang tak biasa, Reuni-lah Sebelum Ajal Menjemput.

Sementara Bois Ahmad ketua timses pelaksana reuni akbar dan Famous Maker (Pembuat orang Terkenal), serta berprofesi sebagai artist development di label musik Nagaswara menambahkan, anggota reuni datang dari banyak faktor pendukung yang membuat leting 92 begitu famous. Salah satunya, katanya begitu banyak sosok ternama baik di sesama alumni IISIP Jakarta, dan ada yang dikenal secara nasional.

Seperti sosok Ingrid Kansil, artis sinetron, bintang iklan, mantan anggota DPR, Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia, Poppy Widya bintang iklan televisi terkenal, ada Uchie Nurul anggota Elfa’s Singers, Wita Wibisono seorang penyanyi yang juga dikenal luas di panggung musik jazz, dan Demi, yang tak kalah hitsnya, finalis Realty Show “Penghuni Terakhir”.

Di luar pentas hiburan, jelas Bois yaitu dunia karir: ada Monang Sinaga Dewan Pengawas LKBN Antara, ada Peter Julio Tarigan Komisaris PT Pindad Logistic, kemudian ada Yuga Aden Stafsus Menteri Sandiaga Uno.

“Lalu masih ada lagi sosok sukses yang juga tak asing, Uchie Zein, istri dari seorang tokoh terkenal di kota Bekasi, ada Eva Howard yang tinggal, berkarir di kota Liverpool, Inggris, begitupun dengan Nina RM yg berkarir di Amerika serikat, juga Wiwit Kent tinggal dan bekerja di Australia,” jelas Bois.

Reuni juga diramaikan oleh kehadiran Asep Hilmi, pengusaha dan tokoh masyarakat di Serang Banten, Aditya P. Susetya owner PT Palang Parkir Indonesia, Cithos Tangka yang sosok sukses di bidang ekspedisi, Arum Roos yang profesional di PT Gojek Indonesia, Iyunk dan Senja pengusaha kopi, kemudian Audy Tanjung business woman batubara dan owner Lenong Rumpi Resto Jakarta. Lalu ada Boy Parla yang eksis di dunia advertising serta Lilies Setyawati yang berkarir di SMESCO.

Di bidang pendidikan ada sosok smart seperti Romi Syahril dosen pengajar di Kampus Bina Sarana Informatika dan Fatmah Alatas yang berhasil sampai ke jenjang S-3. Dan Ericson Hutabarat dan Hendrik Isnaini yang dikenal sebagai aktivis 98 yang hingga kini masih aktif di non-governmental organization; NGO.

Sementara itu, menurut Bois yang menciptakan tagline “Reunilah Sebelum Ajal Menjemput”, Kegiatan silaturahmi sangat bermanfaat, juga menjadi membuka peluang dalam usaha mandiri dan memperluas networking usai pandemi Covid.

“Jadi sebaiknya, rajinlah bersilaturahmi, jangan pernah menghindar dari silaturahmi atau reuni,” tegas Bois.

(Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.