Percepat Pengerasan Ruas Tol Jakarta-Tangerang, Kementerian PU: Tindaklanjut Laporan Masyarakat

oleh -
img 20260318 wa0431

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan percepatan penanganan perkerasan jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang.

Langkah ini sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kondisi permukaan jalan di sejumlah titik yang saat ini masih dalam proses penanganan.

Penanganannya dilakukan secara intensif sejak 10 Maret 2026 melalui perbaikan perkerasan dengan metode Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO) serta penanganan cepat (patching) pada titik-titik yang membutuhkan perbaikan segera.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan pemerintah mendorong percepatan penanganan pada titik-titik yang memerlukan perbaikan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang sebagai prioritas menjelang arus mudik Lebaran.

Penanganan dilakukan secara bertahap melalui perbaikan permanen maupun sementara guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Saya minta BPJT dan seluruh BUJT tidak ada kompromi dalam penanganan kondisi jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Lakukan monitoring khusus, percepatan pekerjaan, dan pengecekan berlapis di setiap titik,” katanya.

“Dalam kondisi siaga seperti arus mudik dan balik Lebaran, saya juga instruksikan tim Bina Marga mengaktifkan penilik jalan di setiap ruas, dengan cakupan pemantauan kurang lebih setiap 10 km hingga 30 km atau menyesuaikan kondisi wilayah. Mereka harus melaporkan kualitas jalan setiap hari sebagai dasar tindakan cepat di lapangan.”

Sistem pengawasan ini bertujuan untuk memastikan penanganan dilakukan sejak dini.

Dengan sistem ini, preservasi jalan harus dimulai lebih awal, bahkan dari kerusakan paling kecil sekalipun, sehingga tidak berkembang menjadi risiko yang membahayakan pengguna jalan.

“Sejalan dengan itu, bersama Komisi V DPR RI, kami juga tengah menyempurnakan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, khususnya terkait kualitas perkerasan jalan, agar ke depan semakin terukur, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan,” ucapnya.

Kepala BPJT, Wilan Oktavian menambahkan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap penanganan yang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Langkah ini untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Dalam periode H-10 hingga menjelang arus mudik, BPJT melakukan pengawasan intensif terhadap progres penanganan di Ruas Jakarta–Tangerang agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan pengguna jalan,” ujar Wilan.

Ruas Tol Jakarta–Tangerang memiliki peran strategis sebagai jalur utama pergerakan lalu lintas dari DKI Jakarta menuju wilayah Banten dan Sumatera.

Jadi, penanganan kondisi jalan menjadi prioritas menjelang periode mudik.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono menyampaikan perbaikan perkerasan telah dilakukan pada sejumlah titik prioritas di sepanjang ruas tersebut.

“Sampai dengan 16 Maret 2026, Jasa Marga Group telah melakukan penanganan pada puluhan titik di Ruas Tol Jakarta–Tangerang,” tuturnya.

“Pekerjaan dengan skala konstruksi besar dihentikan sementara menjelang periode mudik untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sementara penanganan cepat melalui patching tetap dilaksanakan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera.”

Jasa Marga juga melakukan pemeliharaan rutin meliputi pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, dan peningkatan fasilitas keselamatan lainnya.

Pemerintah memahami kondisi lalu lintas dengan volume tinggi serta faktor cuaca dapat mempengaruhi kondisi permukaan jalan di sejumlah titik.

Jadi, penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas pada titik-titik yang berpotensi berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Kementerian PU bersama BPJT dan BUJT terus memperkuat koordinasi dan respons cepat di lapangan guna memastikan setiap kondisi yang memerlukan penanganan dapat segera ditindaklanjuti.

Pemerintah juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, dan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan selama perjalanan mudik.

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.