Warga Resah, Marak Penambangan Pasir Ilegal di Sungai Bengawan Lamongan

oleh -
img 20230521 wa0032

NASIONALNENEWS.ID, LAMONGAN – Aktivitas penambangan pasir yang diduga ilegal di sepanjang bantaran Bengawan Solo di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, semakin marak dan meresahkan warga.

Dari pantauan di lapangan, tampak beberapa kegiatan penambangan pasir mengunakan perahu yang berada di sungai Bengawan Solo yang tak jauh dari lahan dan permukiman warga.

Warga pun resah, sebab hampir setiap hari dilakukan aktivitas penambangan pasir, dampaknya tanah milik warga di bantaran sungai bengawan solo rawan sliding atau longsor saat musim hujan.

“Setiap hari pemandangan seperti itu selalu ada setiap musim kemarau, ketika kemarau kan air sedikit jadi pasir terlihat. Sehari kadang ada beberapa perahu penambang pasir, mereka datang ketika pukul 07.00 pagi, dampaknya kalau intens kan tanah di bantaran bisa ambles longsor, ini belakang rumah,” kata warga setempat yang enggan disebut namanya.

Dengan adanya hal tersebut nasionalnews.id langsung mengkonfirmasi ke Kepala Desa Pasanggrahan Ali Siswanto, beliau menerima, aduan dan keluhan warganya yang komplain terkait maraknya kegiatan penambang pasir yang diduga ilegal, yang bikin resah warga Desa Pasanggrahan.

Aduan warga tersebut  ketika pasir sering diambil di sungai Bengawan Solo di Desa Pasanggrahan akan rawan dengan sliding atau longsor saat musim hujan tiba, karena Desa Pasanggrahan bertepatan di bibir bantaran sungai Bengawan Solo posisinya membelok atau menikung yang rawan slinding atau longsor bahkan banjir saat musim hujan.

“Saya barusan terima aduan warga terkait adanya kegiatan penambangan pasir yang diduga ilegal di Bengawan Solo Desa Pasanggrahan bahkan warga juga mengirim bukti video kegiatan beberapa perahu beraktivitas mengambil pasir dalam sungai Bengawan Solo bertepatan di pinggir pekarangan warga kami yang rawan akan sliding longsor saat musim hujan,” tuturnya.

Ali Siswanto langsung menegur pihak bos penambang pasir bernama inisial N warga Desa Centini Kecamatan Laren tersebut, bahkan beliau juga menegaskan kalau kegiatan tersebut tanpa ada koordinasi dan akan melaporkan kepada pihak berwajib.

“Saya langsung telepon bos penambang pasir di Bengawan di wilayah Desa Pasanggrahan yang bernama inisial (N) melalui telepon dan saya juga tegaskan apabila diteruskan akan saya laporkan sama pihak yang berwajib,” tegas Kades Pasanggrahan Ali Siswanto Sabtu (20/5/2023).

Sholichan

No More Posts Available.

No more pages to load.