Dampak Covid-19, Bupati Lampung Timur Usul Terapkan PSBB

oleh -
Img 20200501 075840

NASIONALNEWS.ID, LAMPUNG TIMUR – Bupati Lampung Timur mengusukan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur seiring ditetapkannya Bandar Lampung sebagai zona merah. Hal itu disampaikan Zaiful Bokhari saat melakukan Video Conference dalam rangka Koordinasi Pengendalian Dampak Covid-19 bersama Gubernur Lampung selaku Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 bersama Bupati/Walikota Seprovinsi Lampung, bertempat di meeting room Sekretariat Covid-19, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (30/4/2020).

Seperti rata-rata kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, hampir 99% pejabat Lampung Timur tinggal di Bandar Lampung.

“Karena itu kami mengusulkan mudah-mudahan didukung oleh kabupaten lain agar Bandar Lampung diterapkan PSBB. Dimaksudkan agar para pejabat yang bertugas di luar daerah bisa tinggal di dalam daerah terutama di Lampung Timur. karna aktivitasnya tiap pagi dan sore pulang dikhawatirkan akan membawa virus Corona,” kata Zaiful.

Zaiful bersyukur, bahwa,
sampai saat ini Kabupaten Lampung Timur masih negatif Corona. Ia juga menambahkan bahwa daerah yang dipimpinnya juga telah menjalankan maklumat Kapolri untuk tidak sholat berjamaah di masjid.

“Kami laporkan bahwa sampai hari ini jumlah ODP di Lampung Timur 29 orang, PDP 9 orang, dan syukur Alhamdulillah belum ada yang positif Covid-19. Dua hari yang lalu kami beserta Forkopimda juga telah melakukan rapat bersama dengan MUI, NU, Muhammadiyah dan LDII terkait maklumat Kapolri untuk tidak melaksanakan sholat berjamaah dimasjid khususnya sholat jumat dan tarawih, Alhamdulillah juga mendapat respon yang positif dari 264 desa yang ada di Lampung Timur,” kata Zaiful saat video Conference.

Lebih lanjut Zaiful menerangkan, telah melaksanakan penyaluran bantuan kepada warga masyarakat lampung timur sebanyak 82.139 KK.

“Alhamdulilah sudah kami realisasikan secara keseluruhan. Saya juga sudah mengeluarkan surat untuk seluruh warga Lampung Timur agar dapat menanam sayuran dan tanaman pangan denga memanfaatkan pekarangan atau lahan yang ada disekitar rumah dalam rangka ketahanan pangan sebagai bentuk persiapan menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Awi) (BB)