Kontraktor Diduga Asal Jadi Bangun Jembatan Penyangga Kabel PLN

oleh -
Jembatan penyangga Kabel Pln
Pemasangan kabel PLN yang ditarik menggunakan mobil truk melintang ke tengah jalan tanpa ada petugas yang mengatur lalu lintas dan tidak adanya rambu-rambu peringatan bagi kendaraan yang akan melintas.

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Kontraktor diduga asal jadi bangun jembatan penyangga jaringan kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN) bertegangan tinggi yang melintasi Sungai Cisadane di Jalan Teuku Umar Kota Tangerang.

Pembangunan yang dilaksanakan PT Ulujami Teknik itutak ada papan proyek. Apalagi saat pemasangan kabel PLN yang ditarik menggunakan mobil truk melintang ke tengah jalan tanpa ada petugas yang mengatur lalu lintas dan tidak adanya rambu-rambu peringatan bagi kendaraan yang akan melintas. Ditambah lagi rusaknya ornamen Jembatan Merah Putih aset milik Pemerintah Kota Tangerang, yang gunakan sebagai tumpuan beko alat berat pengeruk tanah atau ekskavator yang dijadikan alat untuk menancapkan pipa tiang pondasi jembatan penyangga kabel PLN.

Salah satu pengendara sepeda motor, Peri terpaksa berhenti saat mobil penarik kabel melintang di tengah jalan. Ia mengatakan, bahwa seharusnya ada rambu-rambu sebagai tanda sedang ada proyek pengerjaan kabel PLN.

“Inikan tikungan, harusnya dia pasang rambu-rambu dong, atau siapkan orang yang memberitahukan sehingga kita bisa berhati -hati, saya aja kaget pas nikung ada mobil ketengah jalan, taunya mobil narik kabel,” terang Peri di lokasi, Jumat (18/9/2020)

Jembatan penyangga Kabel Pln Tegangan Tinggi

Warga Karawaci, Andri menjelaskan, bahwa pengerjaan jembatan jaringan kabel PLN tegangan tinggi, ada kejanggalan saat proses pengerjaan pemancangan pipa tiang penyangga tidak menggunakan alat pemasang tiang pancang drop hammer atau jack hidrolik, tetapi mengunakan beko mesin pengeruk tanah atau ekskavator untuk menancapkan pondasi tiang pancang.

“Aneh, masa masang paku bumi pakai beko, sejauh mana sih kekuatannya nancepin pipa tiang pancang sebagai pondasi jembatan,” tukasnya.

Andri kurang yakin kontruksi bangunan jembatan kabel PLN dapat bertahan lama dan menduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dirinya khawatir jembatan akan rubuh seperti yang terjadi pada jembatan penyangga kabel yang lama, yang jaraknya tak jauh dari jembatan penyangga kabel PLN yang sekarang dibangun.

“Apabila musim penghujan aliran air Sungai Cisadane sangat deras mendorong tiang pondasi jembatan penyangga kabel PLN tegangan tinggi dan akan teruji berapa lama kekuatan jembatan tersebut. Apalagi dalam menancapkan pipa tiang pancang pondasi menggunakan beko yang diragukan kekuatan penancapan pipa tiang pondasi yang kemungkinan nantinya merubuhkan jembatan tersebut,” tandasnya. (Yuyu)