NASIONALNEWS.id LAMONGAN — Respons Camat Babat, Noman Kresna, terhadap pemberitaan terkait BUMDes yang disebut mandek, justru memunculkan perhatian baru dari publik. Alih-alih memperjelas substansi persoalan, pernyataan yang disampaikan saat dikonfirmasi awak media dinilai belum menjawab inti pertanyaan yang berkembang di masyarakat.
Sebelumnya, media telah menyoroti isu bertajuk “Bantahan Camat Babat soal BUMDes Mandek Dipertanyakan, Publik Minta Transparansi Dana Ketahanan Pangan” yang terbit pada Senin (6/4/2026). Pemberitaan tersebut mengangkat dorongan publik agar ada keterbukaan terkait pengelolaan program dan anggaran.
Saat ditemui pada Jumat pagi (10/4/2026) di halaman Pendopo Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Camat Babat yang tengah mengikuti kegiatan bersih-bersih bersama jajaran pegawai, memberikan respons yang cukup mengejutkan.
“Ada apa kenapa kamu berikan dak secara resmi. Ayo berdebat Ama saya,” ujarnya kepada wartawan.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian, karena dinilai belum memberikan penjelasan substantif atas isu yang dipersoalkan, yakni terkait kondisi BUMDes dan penggunaan dana ketahanan pangan.
Sejumlah pihak menilai, dalam situasi seperti ini, publik justru membutuhkan informasi yang jelas, terukur, dan dapat diverifikasi. Transparansi dan komunikasi yang terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan program di tingkat kecamatan.
Media sebagai bagian dari kontrol sosial memiliki peran untuk menyampaikan pertanyaan publik, bukan untuk berhadap-hadapan secara personal. Oleh karena itu, ruang klarifikasi yang konstruktif diharapkan dapat menjadi jalan keluar agar polemik tidak terus berkembang.
Hingga saat ini, perhatian publik masih tertuju pada satu hal utama: kejelasan kondisi BUMDes serta akuntabilitas pengelolaan dana yang menjadi sorotan.
(SHOLIC)






