NASIONALNEWS.Id KOTA TANGERANG – Masjid Al-Ikhlash Kunciran Kota Tangerang membagikan 1000 lebih paket daging kurban kepada warga di perumahan Kunciran Mas Permai dan sekitarnya pada Rabu, (27/5/2026) sore.
Daging kurban tersebut berasal dari hasil pemotongan 8 ekor sapi dan 18 ekor kambing, hasil patungan dan sumbangan individu dari warga komplek Kunciran Mas Permai. Proses pemotongan itu sendiri dilakukan oleh Rumah Pemotongan (RPH) di halaman Masjid Al-Ikhlash yang bertempat di RW 12 Komplek Kunciran Mas Permai. Dari sejak habis dzuhur warga yang sudah memiliki kupon maupun belum sudah rella mengantri berjam-jam menunggu pembagian daging kurban.

Ketua panitia Kurban Idul Adha Masjid Al-Ikhlas, Aji Budi Prasetyo mengatakan, dalam penyembelihan hewan kurban tahun 2026 agak berbeda dari sebelumnya. Penyembelihan yang biasanya dilakukan oleh kalangan internal DKM masjid, kali ini menggunakan jasa dan membentuk panitia bekerja sama dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bekasi.
Aji menyebut mendatangkan RPH agar waktu lebih efesien dan hasil daging lebih higienis, cara pengerjaannya juga lebih cepat karena mereka sudah berpengalaman dalam penyembelihan hewan kurban. Menurutnya jasa RPH ini sering dipakai oleh DKM-DKM Masjid seperti Masjid Istiqlal.
“Kami kenapa mendatangkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH)? Kita ingin mencari efesiensi waktu, jadi pengerjaannya juga akan lebih cepat, daging akan lebih higienis dan sesuai syariat, karena mereka sudah berpengalaman, sudah banyak langganannya, dan sering dipakai DKM-DKM Masjid bahkan pernah di pakai oleh DKM Masjid Istiqlal,” tuturnya
Namun demikian, kata Aji kedepan akan dilakukan evaluasi, apakah dengan memakai jasa RPH pengerjaannya akan lebih cepat atau malah sebaliknya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RW 12 Kunciran Indah, Pinang. Ia mengatakan, memakai jasa RPH baru pertama di tahun ini, Sebelumnya hanya membentuk kepanitiaan dikalangan internal DKM, dan remaja Masjid. Dengan menggunakan jasa RPH, menurutnya akan terlihat perbedaan diwaktu dan akan lebih efisien dan mengurangi tenaga dari internal itu sendiri.
“Pertama kita bisa lihat pebedaannya, secara waktu apakah akan lebih efisien, sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat dan terorganisir lebih baik sesuai harapan warga. Nanti kita lihat evaluasinya kedepan. Dan mungkin nanti pada akhirnya mengurangi tenaga kerja dari internal sendiri dengan harapan bahwa distribusi dan proses pembagiannya juga akan lebih teratur dan lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.
Adek Sukarsin











