Lapangan Kerja Sulit, Prostitusi Online Menjamur

oleh -
Img 20200612 Wa0003

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Faktor sulitnya lapangan kerja, terpaksa membuka lapak disalah satu Aplikasi online MiChat untuk main langsung (ML) yang disebut prositusi online. Hal tersebut dikatakan sebut saja Dita (29) wanita asal Cirebon terpaksa harus meninggalkan kota kelahirannya untuk mengaduh nasib di Jakarta.

“Saya sudah tiga bulan di Jakarta, mencari kerja tidak semudah yang dibayangkan,” kata Dita (nama samaran) saat ditemui di salah satu kos-kosan wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2020).

Dita menjelaskan, pekerjaan ini memang beresiko, namun demi kebutuhan hidup terpaksa harus dijalankan. Setiap hari dirinya bisa melayani dua laki-laki hidung belang.

“Untuk tarif kita pasang Rp 600 ribu, dan pasti ada penawaran, paling rendah kita ambil Rp300 ribu durasi satu jam,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan, banyak sekali prostitusi online di Jakarta, dan banyak juga penipuannya. Biasanya yang menggunakan tranfer itu tidak benar.

“Banyak orang yang tertipu jika disuruh tranfer. Kalau bayar di tempat itu benar,” tambahnya.

Lain lagi dengan sebut saja Ayu (24) dia penyanyi panggilan dari pesta ke pesta. Dengan sepinya Job terpaksa membuka lapak di Aplikasi MiChat ML karena kebutuhan.

“Job sepi, pingin kerja tidak punya ijazah, ya terpaksa demi kebutuhan,  harus makan, bayar kos, dan kebutuhan lainnya,” terang Ayu.

Dirinya berharap di musim pandemi (Covid-19) segera berakhir, agar bisa bernyanyi ke tempat pesta-pesta warga dan berhenti dari prostitusi online.

“Semoga cepat berakhir, biar saya dapat job nyanyi lagi dan berhenti di prostitusi online ini,” tutup Ayu. (Budi Beler)