Pedagang Kaki Lima Lamongan Nganjuk Bentuk Wadah PPKL NGALAM

oleh -
Img 20200617 100215

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Perantauan asal Kabupaten Lamongan merangkul warga asli dari Kabupaten Nganjuk untuk bersama guyub dan rukun dalam satu wadah Paguyuban Pedagang Kaki Lima Nganjuk Lamongan (PPKL NGALAM).

Anggota paguyuban ini berbagai macam profesi antara lain, warung pecel lele, pengepul ayam, bebek, pedagang bakso, pedagang nasi goreng, pedagang sepatu, pedagang kopi. Adapun sekretariat PPKL NGALAM berada di Ploso Nganjuk Jawa Timur yang diketuai Mujib Ridwan, wakil ketua Suparno dan Sekretaris Tukin dan bendahara Taufik.

Ketua PPKL NGALAM Mujib Ridwan mengatakan, sejarah terbentuknya PPKL NGALAM berawal dimulai dari pertemuan para pedagang kaki lima asal Kabupaten Lamongan bertemu di warung kopi, yang mana pada sekitar tahun 2005 silam.

“Saat itu para perantauan asal Lamongan sering ngopi bareng, setelah tutup warung berkumpul mendapatkan ide gagasan untuk membuat suatu perkumpulan dan kisaran pada kisaran tahun 2007 terbentuk sebuah perkumpulan namun waktu itu belum ada namannya hanya sekedar berkumpul saja tiap bulan,” kata Mujib saat dikonfirmasi Rabu (16/6/2020).

Mujib juga menjelaskan, setelah berjalan sekitar kurang lebih 3/4 ada sedikit masalah akirnya terhenti dan vakum, menjelang di tahun 2011 awal menjadi titik balik, dimana pada masa itu Mustain namanya berinisiatif untuk membangkitkan lagi perkumpulan dengan anggota yang pada waktu itu baru kurang lebih 11 orang anggota, dan dengan kesabaran dan kekompakan dengan semangat yang luar biasa, karena tujuan semula diadakan perkumpulan adalah untuk mempererat tali silaturahim.

“Alhamdulillah seiring berjalannya waktu anggota juga ikut bertambah 11 anggota yang waktu itu, pada tahun 2014 mampu membuat sebuah acara kegiatan sosial tasyakuran puncaknya pada saat mengumpulkan seluruh para pedagang kaki lima. Dari sinilah perkembangan dan kepercayaan yang para Pedagang lain semakin banyak.akhirnya di tahun 2015 terbentuklah PPKL Nganjuk- Lamongan yang beranggotakan sekitar 20 anggota dan terus berlanjut sampai sekarang mencapai 45 orang anggota,” jelasnya.

Masih menurut Mujib Ridwan periode ke dua 2015 dirinya aktif menjabat, jumlah anggota ada 40 perantauan Lamongan dan sisanya dari pedagang Nganjuk.
Visi Paguyuban Pedagang Kaki lima yakni menjalin silaturahmi dan mempererat kerukunan sesama perantauan agar tetap terjalin guyub rukun dan melestarikan kultur budaya terjaga.

Misi mengembangkan sifat budaya khas warga perantauan Lamongan yang pandai bersosialisasi dan beradaptasi dengan warga pribumi agar terjalin kerukunan yang harmonis. Harapan kedepan semoga paguyuban ini tetap kompak dan rukun bukan sekedar ajang kumpul semata.

“Kegiatan paguyuban setiap tanggal 15 mengadakan arisan, tiap hari Minggu mengadakan Olahraga Futsal, adapun untuk sosial masyarakat paguyuban kami menyantuni anak yatim dan fakir miskin ,serta mengadakan bakti sosial di tempat desa masing masing anggota Paguyuban dari lamongan bila terjadi masalah,” tutup Mujib Ridwan. (Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.