NASIONALNEWS.ID, PASAMAN BARAT – Ribuan warga memadati Rumah Adat di Jalan Diponegoro, Pasa Duo, Nagari Aie Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (16/7/2026), untuk menyaksikan prosesi adat Pelewaan yang mengukuhkan Aulia Amri sebagai Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) sekaligus Rajo ke-18 Nagari Aie Bangis.
Prosesi tersebut menjadi momen istimewa karena pergantian pucuk kepemimpinan adat di Minangkabau hanya dilakukan dalam keadaan tertentu, seperti ketika pemimpin adat berhalangan tetap, sakit, atau meninggal dunia.
Tak heran, acara ini menarik perhatian masyarakat serta tokoh adat dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, perwakilan tokoh adat perantau menyebut Nagari Aie Bangis sebagai daerah yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Aie Bangis itu kokoh, kompak, dan solid. Di sinilah simpul-simpul adat dirajut, dan keberagaman dijaga dalam harmoni,” ujarnya.
Pengukuhan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail yang mewakili Bupati, keluarga besar Indra Pura dan Tuanku Lanang Bisai sebagai Rajo pertama Aie Bangis, serta keluarga besar Namora Pandebosi dari Mandailing Natal yang mewakili Putri Reno Wulan, Permaisuri pertama Aie Bangis.
Hadir pula AKP Elvi mewakili Kapolres Pasaman Barat, Kapten Maidarlis mewakili Dandim 0305, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, DPRD Pasaman Barat, serta para pucuk adat se-Kabupaten Pasaman Barat.
Ketua Panitia, Ahdiyarsyah, ST., MT., mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil semangat gotong royong masyarakat.
“Persiapan hanya satu minggu dengan 25 orang. Namun karena semangat kebersamaan, relawan terus bertambah hingga ratusan orang. Kami bahu-membahu tanpa pamrih. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” katanya usai acara.
Pengukuhan Aulia Amri tidak sekadar menjadi pergantian kepemimpinan adat, tetapi juga menjadi simbol kuatnya komitmen masyarakat Nagari Aie Bangis dalam menjaga warisan adat, budaya, dan nilai kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (Zan)











