Sekda Nabire: Rumah Ibadah Kembali Dibuka

oleh -
Camera720 20200530 212812

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Dua bulan terakhir, warga di Kabupaten Nabire tidak dapat melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam jumlah yang banyak akibat adanya imbauan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19.

Kabar gembira datang dari Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Sekretaris Daerah (Pemda) Nabire, Daniel Maipon mengatakan bahwa Pemerintah kembali membuka rumah ibadah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Sekda Nabire, Daniel Maipon usai memimpin rapat evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Kerja Sama Antar Agama (BKSAG), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan seluruh Pimpinan Agama di Kabupaten Nabire. Bertempat di ruangan Sekda Nabire, Sabtu (30/5/2020).

Sekda Nabire, Daniel Maipon menjelaskan, bahwa Pemerintah memberikan kelonggaran bagi umat dalam melakukan peribadatan dengan membuka rumah ibadah serta memperhatikan protokol kesehatan.

“Hari ini masing-masing agama bisa mulai mempersiapkan, tetapi pelaksanaannya disesuaikan dengan edaran Bupati, Selasa 2 Juni 2020 mendatang. Kelonggaran ibadah ini tetap dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.” ungkapnya.

Daniel menerangkan dalam pelaksanaannya setiap agama wajib mematuhi protokol kesehatan. Dimana pimpinan agama mengatur jumlah umat saat beribadah.

“Contoh seperti gereja yang jemaatnya banyak, ibadah bisa dilakukan dua kali atau tiga kali agar tetap menjaga jarak, minimal 1 meter, disesuaikan dengan jumlah umat atau jemaat,” ujarnya.

“Tidak boleh berjabat tangan, setiap rumah ibadah menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk, satu deret kursi hanya satu keluarga, serta setelah tempat ibadah digunakan disterilkan kembali sebelum digunakan lagi,” sambungnya.

Camera720 20200531 062219Dikatakan Daniel, kebijakan ini bukan new normal sebagaimana sedang diwacanakan. Kebijakan ini hanya khusus untuk tempat ibadah, sebab kita masih pada status siaga darurat.

“Aspek kehidupan sosial yang lain serta akses transportasi udara, darat dan laut masih tetap berlaku Edaran Bupati yang lama sampai nanti ada Edaran baru dari Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Daniel dengan tegas meminta agar masyarakat mematuhi edaran dan himbauan Pemerintah dengan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dan tidak keluar jika tidak penting.

“Covid -19 ini bisa kita cegah dengan ketaatan warga pada edaran pemerintah, keseriusan pemerintah, dan doa dari seluruh warga,” bebernya.

Ditempat yang sama, Pendeta Bernadus Miagoni dari GKI menyampaikan pelonggaran ini terjadi karena adanya kerja keras dari Pemda untuk menekan penyebaran Covid-19 sehingga bisa menjawab kerinduan jemaat.

“Kami dukung dan luar biasa kerja Pemda Nabire, kami berikan apresiasi atas kerja selama ini. Hasilnya sekarang bisa beribadah tetapi kami harus patuh pada protokol kesehatan yang tadi disampaikan,” imbuhnya. (TRM)