Oknum Pendamping PKH Kutip Dana Bantuan Kemensos di Lamongan

oleh -
oleh
img 20220312 142207

NASIONALNEWS.ID LAMONGAN – Dana bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dikutip oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Pringgoboyo Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Dugaan mencari keuntungan pribadi dengan dalih buat transportasi dan operasional.

Saat pencairan dana bantuan langsung dikutip oknum Pendamping PKH sebesar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per KPM dan didata dengan mencatat nama KPM dan jumlah uangnya di dalam buku tulis miliknya. Ketika wartawan menemukan sejumlah uang dan buku catatan tersebut, Oknum Pendamping PKH saat dikonfirmasi mengelak uang tersebut bukan hasil dari pemotongan dan mengaku uang pungutan untuk biaya operasional.

“Ini uang buat transportasi, kalau gratis di ATM,” jelasnya kepada NasionalNews,id di Balai Desa Pringgoboyo, Kamis (10/3/2022).

Menurutnya, uang tersebut bukanlah dari hasil pemotongan dana bantuan PKH untuk KPM, tetapi hasil pungutan untuk biaya operasional Pendamping PKH.

“Bukan potongan, tapi uang untuk membayar mesin IDC atau Administrasi kalau ambil sendiri di ATM gak bayar gak apa apa,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Lamongan, Hamdani Azahari ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, belum memberikan keterangan sampai berita ini diturunkan.

Perlu diketahui, Pendamping atau SDM PKH harusnya mentaati Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos) Kemensos Nomor 02/3KP.05.03/10/2020 Tentang Kode Etik Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH). Pada pasal 10 huruf h ditegaskan larangan melakukan penggelapan dan penyalahgunaan uang serta mengutip, mengurangi, membawa, menyimpan, dan/atau menarik uang bantuan program.

Selanjutnya, pendamping PKH pada pasal 10 Huruf k, melarang memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri dan/atau orang lain. Kemudian di huruf l dijelaskan, dilarang menerima hadiah dan/atau imbalan dari pihak mana saja (gratifikasi) yang akan dapat mempengaruhi indepedensi dan profesionalismedalam pelaksanaan tugas PKH. (Sholi)

No More Posts Available.

No more pages to load.