NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menggelar Survei Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) di Lapangan Ganjuran, Padukuhan Manukan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memetakan tingkat kebugaran masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan olahraga yang lebih tepat sasaran.
Sebanyak 30 warga mengikuti survei yang terdiri atas 15 peserta laki-laki dan 15 peserta perempuan dengan rentang usia 10 hingga 60 tahun.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dukuh Manukan Beti Kartiningrum, ST., MT., M.IP, serta perwakilan Dispora Sleman, Joko Susilo, SKM, Bima Supriyadi, dan Rudy Setyawan, S.Sos.
Perwakilan Dispora Sleman, Joko Susilo, menjelaskan Survei IPO bertujuan mengukur keberhasilan pembangunan olahraga di daerah secara menyeluruh.
Menurutnya, hasil survei akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun program olahraga berbasis data sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Data survei ini menjadi dasar penyusunan kebijakan olahraga agar program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Indeks Pembangunan Olahraga, tambah Joko, merupakan instrumen dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menilai pembangunan olahraga melalui sejumlah indikator, mulai dari partisipasi masyarakat, tingkat kebugaran, ketersediaan ruang olahraga, sumber daya manusia keolahragaan, hingga budaya hidup aktif.
Sementara itu, Dukuh Manukan Beti Kartiningrum menyampaikan apresiasi kepada Dispora Sleman yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi survei.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin berolahraga.
“Kami berharap survei ini mendorong warga semakin aktif berolahraga sekaligus menjadi dasar penyusunan program yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta menjalani Beep Test atau tes lari bolak-balik sejauh 20 meter mengikuti irama audio yang semakin cepat.
Tes ini digunakan untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO₂ Max), daya tahan jantung dan paru-paru, serta tingkat kebugaran jasmani peserta.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan semangat dan sportivitas. Di akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada satu peserta putra dan satu peserta putri yang meraih nilai tertinggi pada Beep Test sebagai bentuk apresiasi atas capaian kebugaran terbaik.
Melalui Survei Indeks Pembangunan Olahraga ini, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan tersedianya data kebugaran masyarakat yang akurat sebagai pijakan dalam menyusun program pembangunan olahraga yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat, aktif, dan berdaya saing. (Jat)










