Satpol PP Diduga Kurang Tegas Berantas Prostitusi Online

oleh -
Prostitusi Online

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Dugaan kurang seriusnya Satpol PP dalam memberantas prostitusi Online dibeberapa apartemen yang ada di Kota Tangerang. Hal tersebut diperkuat oleh SHR salah seorang PSK yang berhasil ditemui wartawan di Apartemen Modernland, Sabtu (29/8/2020).

SHR (19) membenarkan, beberapa hari terakhir oknum Satpol PP Kota Tangerang datang ke apartemen yang disewa secara harian olehnya, bahkan dirinya mencoba meyakinkan untuk tidak perlu khawatir dengan kehadiran para penegak peraturan daerah tersebut.

“Aman tenang, lemah amat orang bayar sih takut, Satpol PP dateng juga cuma dilobi ama di basement doang itu juga cuma di tower merah, paling dia-dia ngopi sebentar abis itu pulang lagi,” jelasnya.

Ia juga mengaku, awalnya sempat takut terjaring razia namun setelah mengetahui kedatangan petugas hanya sebatas berkoordinasi dengan pihak manajemen dan keamanan, ia mengaku merasa aman menjalankan praktek prostitusinya tersebut.

“Udah jangan takut begitu sih, pertama satpol dateng saya kira mau nangkep saya ngga taunya cuma diajak keliling ke parkiran anak buahnya moto abis itu pulang, pastinya aman dong masa iya mau ngedobrak unit,” tutur SHR yang mengaku berasal dari Cianjur.

Ditempat berbeda, pengakuan lebih mengejutkan datang dari salahseorang PSK yang menggunakan akun bernama Chintia (Disamarkan), yang mengaku pernah terjaring razia oleh pihak keamanan Aeropolis Neglasari Kota Tangerang.

Dirinya mengaku, pasca diamankan pihak keamanan dan diserahkan ke markas Satpol PP Kota Tangerang dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Pasalnya, pasca diamankan dirinya diberikan garansi keamanan oleh salahsatu petugas yang saat itu memeriksanya.

“Ih kok malah abang yang ketakutan, aman abang saya udah kenal baik sama yang punya pangkat disatpol, kenapa jadi abang yang parno (takut) gini sih, nih gini bang waktu saya ditangkep saya malahan ditawari makan, mau dianter pulang ma orang sapol yang punya pangkat itu, malahan motor ama barang barang saya yang ketinggalan di ero dia yang bantu telponin sekuriti sini biar motor saya keluar, ngapain takut sih bang,” ungkapnya yang mengaku tinggal dibilangan Cengkareng Jakarta Barat.

Saat disinggung imbalan yang diberikan kepada salah petugas yang disinyalir membekingi praktek prostitusi tersebut, Chintia enggan merinci lebih detail apa saja yang diberikan untuk mendapatkan jasa keamanan tersebut.

“Kalau duit mah engga lah bang, kan kita juga cari duit mungkin dia suka kali sama saya kan saya cantik, muda udah gitu seksi,” kata Chintia dengan nada sedikit menggoda.

Sayangnya Hingga berita ini dilansir, Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Henra belum dapat dimintai keterangannya.

Diberitakan sebelumnya, Dulamin Zhigo Ketua DPD Gema Anak indonesia Bersatu (GAIB Perjuangan) Banten menanggapi dingin pernyataan orang nomer satu dijajaran Satpol PP Kota Tangerang, hal tersebut menurut dia lantaran Satpol PP Kota Tangerang kurang serius dalam mengatasi persoalan bisnis lendir di Kota Tangerang dan mencari kambing hitam untuk disalahkan.

“Tidak ada keseriusan dari para penegak peraturan itu, sebaiknya perda itu dihapuskan saja karna dari pernyataan Kasatpol PP yang melempar tanggungjawabnya kepada Polres adalah alibi agar seolah – olah penegakan praktek prostitusi bukan bagian dari peraturan daerah,” jelas Dulamin Zhigo yang akrab disapa Ustadz Zhigo.

Ia menuturkan, sejak dirinya menggelar aksi unjuk rasa di apartemen Ayodya, tidak ada satupun para pelanggar peraturan daerah tersebut dijatuhkan sanksi tegas atau disidangkan dalam perkara dugaan tindak pidana ringan atau tipiring dipersidangan.

“Sudah jelas tertuang di peraturan daerah segala aturan yang melarang setiap kegiatan prostitusi, namun hingga kini belum ada satupun yang diperkarakan atau minimal memang kalau memang mereka bermain safety para terduga PSK tersebut diserahkan ke pihak kepolisian seperti yang diungkapkan yang terhormat Kasatpol PP Kota Tangerang Bapak Agus Henra,” tutur Ustadz berjanggut tersebut. (Yuyu)