305 MPP Beroperasi di Indonesia, Kemenpan dan RB: Berikan Pengalaman Layanan Lebih Responsif

oleh -
img 20260404 wa0418

NASIONALNEWS.ID, Gianyar – Pemerintah terus mendorong percepatan penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan penguatan MPP Digital.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“MPP merupakan pendekatan transformasional yang tidak hanya menyatukan layanan, tetapi juga menyederhanakan proses dan menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih responsif,” kata Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), Otok Kuswandaru.

Pernyataan ini disampaikannya dalam kegiatan ‘Sharing Knowledge dan Studi Tiru Praktik Baik Penyelenggaraan MPP dan MPP Digital’ di MPP Kabupaten Gianyar pada Kamis (2/4/2026).

MPP tidak hanya menggabungkan berbagai layanan dalam satu lokasi.

Namun, ini juga mencerminkan perubahan paradigma birokrasi menuju pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebanyak 305 MPP telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.

Kehadirannya memberikan kemudahan akses layanan dalam satu tempat serta kepastian waktu dan biaya.

Namun, Otok Kuswandaru mendorong instansi pemerintah terutama penyelenggara pelayanan publik tidak menutup mata dengan kritik maupun aspirasi dari masyarakat.

“Suara masyarakat adalah harta karun yang berharga bagi instansi pemerintah jika kita ingin memuaskan masyarakat,” ujarnya.

Dengan begitu masyarakat akan memperoleh pengalaman layanan yang lebih nyaman dan inklusif.

Hal ini menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Penguatan MPP Digital menjadi bagian penting dalam pelayanan publik modern.

Jadi, masyarakat dapat mengakses layanan secara daring tanpa terbatas ruang dan waktu.

“Dengan demikian MPP tidak hanya hadir sebagai tempat, tapi juga sebagai sistem layanan yang terintegrasi, sehingga diperlukan pula penguatan MPP digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pelayanan publik modern,” tuturnya.

Keberhasilan penyelenggaraan MPP ditentukan oleh beberapa faktor, yakni komitmen pimpinan daerah, sinergi antarinstansi, dan kesiapan kelembagaan maupun sumber daya.

Inovasi juga dirasa penting untuk mempermudah akses layanan untuk memastikan pelayanan publik berkembang sesuai kebutuhan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama komit setiap proses digitalisasi yang dilakukan jajarannya.

Dia menjabarkan setiap aplikasi yang dimiliki oleh instansi pemerintah Kabupaten Gianyar adalah hasil buatan sendiri.

“Kami mengembangkan aplikasi secara mandiri agar tidak bergantung pada pihak lain, terutama dalam hal integrasi data. Hal ini kami lakukan agar pelayanan publik dapat diberikan secara optimal, dengan terus memperhatikan dan menindaklanjuti aduan masyarakat di Gianyar,” ucapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.