Ketua WGAB: Tak Hanya Sweeping Bobo, Pemda Tutup Tempat Penjual Miras Berlebel

oleh -
Camera720 20200831 142454

NASIONALNEWS.ID, JAYAPURA – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua, Yerri Basri Mak meminta kepada Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Kabupten Kota agar tidak hanya mensweeping Minuman Keras Lokal jenis Bobo tetapi juga menutup seluruh tempat penjualan minuman keras (Miras) berlebel.

Diketahui, bahwa miras dapat memicu permasalahan dan berakibat fatal bagi keamanan masyarakat, kasus kriminal di wilayah Papua sering terjadi karena dipicuh oleh miras legal jenis Bobo bahkan yang berlabel lainnya.

“Pemerintah jangan hanya melakukan sweeping Miras lokal jenis bobo tetapi juga yang berlebel. Bagaimanapun caranya untuk melarang orang untuk mengkonsumsi Miras baik lokal atau minuman berlebel apapun itu tidak bisa, sebab ada orang mabuk di karenakan ada orang yang menjualnya,” Kata Yerri di Jayapura, Senin (30/8/2020).

Dirinya mengatakan bahwa untuk menghentikan orang mabuk satu-satunya cara dengan memberantas seluruh penjualan miras di Papua.

“Pemerintah seharusnya mengambil sikap, jika ingin Papua aman hentikan peredaran Miras di Papua, dengan cara mencabut ijin tempat penjualan miras di Papua,” tegas.

Kasus perkelahian, pembunuhan, perkosaan, dan kasus- kasus lainnya banyak terjadi karena pelaku sebelumnya telah mengkonsumsi miras. Maka itu, dirinya selaku ketua LSM WGAB Provinsi Papua meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua, Kabupaten Kota segera menghentikan peredaran miras.

“Miras sudah banyak makan korban jiwa terutama kita Orang Asli Papua (OAP), Pemerintah jangan hanya melihat dari sisi pemasukan PAD saja tapi harus melihat dari segi resiko yang mengakibatkan banyak korban jiwa di akibatkan oleh miras itu sendiri,” ungkapnya.

“Tanpa Miras, Papua Tidak akan Kekurangan PAD, Pemerintah Daerah segera mengambil langkah dan membuat peraturan untuk menutup seluruh peredaran miras di papua bukan hanya meng-sweeping minuman Lokal (bobo) saja,” tutup Yerri. (TRM).