NASIONALNEWS.id, LAMONGAN – Program revitalisasi gedung SD Negeri Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, yang bersumber dari APBN 2026 dengan nilai anggaran Rp831.404.400, terus berjalan. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyebut pelaksanaan pekerjaan telah melalui monitoring dan evaluasi serta dinilai sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Sigit Hari Mardani, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan revitalisasi di SDN Karangbinangun.
Menurut Sigit, hasil pengecekan di lapangan dan pencermatan terhadap RAB menunjukkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan masih sesuai dengan perencanaan.
“Ada delapan ruangan yang direhab. Saat ini baru yang di sebelah selatan. Saya barusan ke sana dan melihat langsung proyek revitalisasi tersebut. Tadi saya juga sudah melihat RAB-nya, tidak ada yang bermasalah kok,” kata Sigit saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/9/2026).
Sigit menjelaskan, masyarakat tidak bisa menilai besarnya anggaran hanya berdasarkan bentuk fisik pekerjaan yang terlihat pada satu bagian bangunan. Sebab, program revitalisasi memiliki sejumlah komponen pekerjaan dan dilaksanakan secara bertahap sesuai prioritas.
Selain rehabilitasi delapan ruang kelas dan bagian atap, program tersebut juga mencakup pengadaan mebeler berupa meja dan kursi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Selain rehab delapan ruangan kelas dan atap juga ada pengadaan mebeler, kursi dan meja kelas. Tahapan awal sisi timur. Berikutnya perluasan ke ruang kelas 1 dan 2 sisi selatan juga jadi prioritas,” jelasnya.
Dengan cakupan tersebut, program revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kelayakan dan kenyamanan fasilitas belajar bagi siswa serta tenaga pendidik.
Pelaksanaan revitalisasi SDN Karangbinangun menggunakan mekanisme swakelola. Dalam skema tersebut, dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah untuk digunakan sesuai ketentuan dan kebutuhan pekerjaan yang telah direncanakan.
Sigit menegaskan, posisi Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam program tersebut adalah mengusulkan sekolah yang dinilai membutuhkan bantuan. Sementara pelaksanaan kegiatan berada di tingkat satuan pendidikan.
“Terkait proyek revitalisasi gedung, dinas hanya sebatas mengusulkan. Semua dananya langsung masuk ke rekening sekolah. Pelaksanaannya swakelola, pihak sekolah beli material, tenaga kerja dibantu komite dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Sigit, keterlibatan komite dan masyarakat dalam pelaksanaan swakelola juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran pekerjaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan.
Dari sisi pengawasan di tingkat satuan pendidikan, kepala sekolah menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Untuk pengawasan, kepala sekolah yang bertanggung jawab penuh,” tegas Sigit.
Sementara itu, Kepala SDN Karangbinangun, Istiqomah, membenarkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program revitalisasi di sekolahnya.
“Alhamdulillah, sekolah kami mendapat revitalisasi dan bangunan kami sudah lama tidak layak. Program revitalisasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan,” ungkap Istiqomah.
Ia berharap revitalisasi yang mencakup delapan ruang kelas serta pengadaan meja dan kursi tersebut dapat memberikan manfaat langsung terhadap proses pembelajaran.
“Dengan cakupan delapan ruang kelas serta pengadaan meja dan kursi, hasil program diharapkan dapat memberikan manfaat langsung terhadap proses pembelajaran di SDN Karangbinangun,” imbuhnya.
Pelaksanaan secara bertahap memungkinkan pekerjaan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan sekolah. Setelah tahap awal rampung, pekerjaan akan dilanjutkan pada bagian bangunan lainnya sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Dengan adanya monitoring dari Dinas Pendidikan dan pengawasan di tingkat sekolah, revitalisasi SDN Karangbinangun diharapkan dapat diselesaikan secara optimal serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar bagi para siswa.
Reporter: Sholichan











