Pembangunan TPT di Desa Tlanak Lamongan Dikeluh Warga

oleh -
img 20220618 wa0145

NASIONALNEWS.ID, LAMONGAN – Warga Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan adanya pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Diketahui pembangunan TPT menggunakan anggaran yang di alokasikan dari Dinas Pertanian tersebut diduga bermasalah hingga berpindah lokasi.

Pasalnya, tim investigasi media ini, kesekian kalinya untuk melihat lokasi pembangunan TPT tersebut apakah sudah selesai dikerjakan atau tidak, sebagai sosial control pemerintah,

Sebelumnya, Senin(13/6/2022) awak media mendapatkan informasi dari warga setempat yang tidak mau disebut namanya. Ia memberikan informasi, bahwa pembangunan TPT itu sudah dibongkar dan pindah ke Jalan Kandangan, karena sepat ramai dengan warga setempat.

Dalam pengerjaan proyek TPT tersebut dikeluhkan beberapa warga setempat, diantaranya mulai dari penempatan material di depan rumah warga, yang sebelumnya tanpa koordinasi dengan warga yang mempunyai rumah. Sehingga mengakibatkan rusaknya pagar rumah warga. Serta lokasi pembangunan TPT tersebut, sebagian memakan lahan sawah warga setempat.

Warga Desa Tlanak, (BN) yang kebetulan rumahnya menjadi tempat penurunan material mengatakan, sebelumnya pihak pelaksana tidak ada kordinasi dengan dirinya, selaku yang mempunyai rumah, dan akibatnya pagar rumahnya rusak.

“Silahkan cek sendiri pagar rumah serta lokasi pembangunan, dan tanyakan kepada masyarakat sekitar yang bersengketa terkait lokasi tanah yang di bangun tersebut,” kata  BN Senin (18/04/2022).

“Masalah itu mas sampean lihat sendiri di belakang. Itu banyak yang grupil-grupil semua kan yo gak apik to mas, kalau sedikit-sedikit kan gak papa, batu besar-besar pakai Dump truck, langsung di turunkan natap tembok, ya gimana mas, dan tidak ada kordinasi dengan saya, lalu itu mas ada yang mempunyai sawah yang kelihatannya bermasalah karena garapannya condong ke utara, untuk pengerjaan sementara berhenti dulu,” cetusnya.

Sementara tim investigasi media ini, mendatangi Balai desa Tlanak, untuk konfirmasi terkait permasalahan warganya yang terdampak kegiatan proyek tersebut.

Sementara Kepala Desa Tlanak Rahayu Ningsih saat dikonfirmasi terkait permasalahan warganya yang terdampak kegiatan proyek tersebut.memberikan penjelasan.

“Itu kan baru jalan dua hari, waktu itu kita pertama mengajukan untuk kegiatan drainase, atau saluran irigasi, dan waktu mau mangajukan karena kita bersebelahan dengan Desa Kandangrejo, secara otomatis kita selalu berkoordinasi, mau mengajukan, mau mendatangkan material kita juga sudah Kordinasi, bahkan ada survei kita juga baik-baik saja kordinasi dengan beliau,” ucap Rahayu Ningsih.

“Setelah kita sampaikan pak Kades, mungkin waktu itu sudah menyiapkan ke beliau cuma gak ketemu, ketemunya sama ibunya, bicaranya pak Kades mungkin kurang lebih, kalau saya tidak salah, terus ketika ada warga untuk memberhentikan semetara pengerjaan, kita sudah berhenti, kita menunggu jawaban berikutnya, lebih jelasnya silahkan langsung ke Pak Ambar selaku tim pelaksana kegiatan tersebut,” jelasnya.

Guna mendapatkan informasi yang jelas dan benar terkait permasalahan tersebut, awak media juga mengkonfirmasi Ambar selaku pelaksana kegiatan TPT tersebut, yang juga menjabat sebagai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui pesan WhatsApp membalas singkat.

“Proyek lagek mulai kok, kita ketemuan saja bapak, hari ini saya diluar kota, cetus Ambar selaku Timlak sekaligus Angota BPD Desa Tlanak,” jawabnya.

Hal ini jelas menjadi pertanyaan besar, karena dari awal awak media ini memantau lokasi pertama yang di kerjakan tidak menemukan papan nama informasi proyek dan juga material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan RAB, mulai pasir, batu jenis kapur yang digunakan serta pengerjaan terkesan asal-asalan. dan saat meninjau lokasi yang kedua, yang baru selesai dikerjakan, juga tidak ditemukan papan informasi proyek tersebut.

Sholichan

No More Posts Available.

No more pages to load.